Produsen Sari Roti Bangun Pabrik di Malaysia Pada 2015 - Bidik Pasar Asia

Neraca

Jakarta – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berencana membangun pabrik di luar negeri dalam rangka membidik pasar penjualan di Malaysia dan Pilipina. Rencana pembangunan pabrik di Asia tersebut akan dilakukan dalam tiga tahun kedepan.

Direktur Operasional PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Yusuf Hady mengatakan, pembangunan pabrik di luar negeri masih dalam tahap pengkajian matang. Oleh karena itu dirinya belum bisa menyebutkan nilai investasi yang dibutuhkan, “Bikin pabrik baru di luar negeri harus melihat pasar dan juga dana yang dimiliki,”katanya di Jakarta, Selasa (20/3).

Menurutnya, pembangunan pabrik di luar negeri nanti dimaksudkan untuk mengukuhkan perseroan sebagai market leader dalam penjualan roti di Asia. Maka tak ayal, sebelum masuk kepasar Asia market share harus mencapai 15% dari total penjuala roti didalam negeri.

Kata Yusuf, ambisi perseroan membidik pasar Asia dikarenakan potensinya cukup besar. Pasalnya, selama ini Indonesia menjadi pasar roti dari luar negeri dan belum menjadi sebagai pemain pasar penjualan roti.

Selain itu, produsen Sari Roti ini juga akan membangun pabrik di Palembang dan Makasar dengan nilai investasi sebesar Rp 140 miliar. Kata Yusuf Hady, pembangunan dua pabrik roti tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2,6 juta perharinya atau meningkat dibandingkan tahun lalu 1,8 juta perharinya.

Dia juga menambahkan, pembangunan dua pabrik tersebut akan meningkatkan market share perseroan di bisnis penjualan roti sebesar 16% dari potensi pasar sebesar Rp 14 triliun. Asal tahu saja, peningkatan market share tersebut akan meningkat tajam dari tahun sebelumnya hanya 12%.

Tidak hanya itu, lanjut Yusuf, dengan pembangunan dua pabrik baru tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi perseroan menjadi 2,6 juta perharinya atau tumbuh dari kapasitas produksi tahun ini 2,2 juta perharinya.

Sebagai straregi peningkatan penjualan, Nippon Indosari Corporindo tengah melakukan penggantian kemasan baru dengan dana yang dikeluarkan sebesar Rp 150 juta, “Diharapkan dengan kemasan baru bisa menaikkan penjualan 30%,”ujar Yusuf.

Kemudian perseroan juga telah menunjuk Armad Maulana, Dewi Gita dan anaknya Naja sebagai brand ambassador Sari Roti. Melalui brand ambassador ini bisa meningkatkan image sari roti di luar Jabodetabek dan mendekatkan kepada konsumennya.

Naikkan Harga

Dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April nanti bakal memicu kenaikan cost produksi. Oleh karena itu, Yusuf mengakui, perseroan kemungkinan akan menaikkan harga penjualan produk Sari Roti sekitar 8%-10%. “Kami ada rencana kenaikan harga sekitar 8%-10% mengingat harga BBM dan gas naik ditambah harga bahan baku juga naik," jelasnya.

Selain itu, perseroan masih optimis dapat meraih target penjualan pada 2012. Hal itu didukung dari daya beli masyarakat dinilai juga ikut menguat. Perseroan mengharapkan dapat mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 triliun pada 2012. Pertumbuhan pendapatan tersebut akan didukung dari perluasan pemasaran ke Cibitung dan Makassar pada 2012. "Untuk laba bersih ditargetkan sekitar 12%-13% dari pendapatan tersebut," tambah Yusuf.

Perseroan juga membuka pasar baru ke Medan dan Palembang pada 2012. Kontribusi pasar baru ini diharapkan sebesar 15% pada 2012. Sementara itu, kinerja perseroan 2011, Yusuf menuturkan, pihaknya memperoleh pendapatan sekitar Rp813 miliar. (bani)

Related posts