Pemilu Jangan Buat Luka Baru di Masyarakat

Pemilu Jangan Buat Luka Baru di Masyarakat

NERACA

Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan kepada semua pihak agar pelaksanaan Pemilu 2019 jangan sampai membuat luka baru di masyarakat.

Menurut dia, dari hasil kunjungan ke berbagai daerah, rakyat banyak yang mengeluh lantaran lelah melihat pertikaian elite politik di televisi maupun di media sosial."Pemilu yang seharusnya dihadapi dengan adu ide dan gagasan, malah diwarnai dengan berbagai hujatan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Hal itu dikatakannya saat membuka pertemuan Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) bertema "Pemilu Mempersatukan Bangsa" di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/3).

Dia menilai dengan mengedepankan rasa persaudaraan sebangsa, Forum Silaturahmi Anak Bangsa berhasil menutup dan menyembuhkan berbagai luka yang terjadi di awal-awal masa kemerdekaan dan jangan sampai menjelang 74 tahun Kemerdekaan Indonesia, kita justru membuat dan mewarisi luka baru akibat Pemilu 2019.

Kemudian dia juga mengingatkan, menjelang hari pemungutan suara tanggal 17 April nanti, fenomena saling serang, fitnah, berita bohong atau hoaks serta ujaran kebencian masih terus didengungkan pihak yang tidak bertanggungjawab.

Ironisnya menurut politisi Partai Golkar itu, banyak masyarakat yang percaya serta tidak sadar kondisi gaduh seperti itu berpotensi besar memecah belah bangsa Indonesia."Pemilu tinggal 20 hari lagi. Elit politik dan para Tim Kampanye Capres-Cawapres harus memastikan para pendukungnya menggunakan cara-cara yang bijaksana dalam berkampanye. Mari hadapi Pemilu ini dengan penuh keceriaan, bukan dengan kebencian," ujar dia.

Dia menilai mewujudkan integrasi nasional bukan hal yang mudah, karena itu semua pihak harus mampu melepaskan ego maupun identitas dasarnya demi satu tujuan, yakni kejayaan Indonesia. Menurut Bambang, integrasi nasional yang akan menentukan eksistensi bangsa harus dipertahankan dan alangkah mirisnya jika integrasi yang dengan susah payah diwujudkan, harus tercerai berai akibat satu hal saja, seperti Pemilu.

Dia juga menghimbau masyarakat agar tidak terlalu larut dalam akrobat politik yang dijalankan para elit politik karena pasca Pemilu 2019, tidak menutup kemungkinan para elit politik yang tadinya berseberangan, justru akan bergabung dalam satu barisan."Jangan sampai justru di akar rumput, rakyat masih terjebak dalam kubangan kebencian akibat 'sampah' kampanye yang tidak mencerdaskan," ujar dia.

Bambang yang juga mantan Ketua Komisi III DPR RI itu mengingatkan bahwa Indonesia sedang berdemokrasi yang mengedepankan rasionalitas karena itu tidak terlalu dibawa ke perasaan."Pilihlah pasangan yang dirasakan bisa membawa perbaikan, tanpa perlu memusuhi orang lain yang berbeda pilihan," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu NERACA Jakarta - Pengusaha properti menilai investasi di sektor properti akan semakin…

Meraih Ramadhan Berkualitas - BNI Syariah Ajak Masyarakat Ramah Pada Lingkungan

Memaknai bulan Ramadhan tidak hanya sekedar ibadah puasa semata, tetapi banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan sebagai ibadah, seperti merubah…

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui bagian hukum lakukan penyuluhan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Hasil Observasi Ombudsman Terhadap Kesiapan Angkutan Lebaran

Hasil Observasi Ombudsman Terhadap Kesiapan Angkutan Lebaran NERACA Jakarta - Hasil observasi Ombudsman RI terhadap kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran menunjukkan…

Bupati Talaud Sebut Penangkapan Oleh KPK Sebagai Pembunuhan Karakter

Bupati Talaud Sebut Penangkapan Oleh KPK Sebagai Pembunuhan Karakter NERACA Jakarta - Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM)…

KPK Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Pembangunan Jalan Kemiri-Depapre

KPK Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Pembangunan Jalan Kemiri-Depapre NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil perhitungan kerugian…