Jangan Golput dan Jadilah Saksi untuk Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional

Oleh: Handoko Suparman dan Umar Faruq, Alumni Perguruan Tinggi Swasta

Golongan Putih atau Golput pada dasarnya adalah sebuah gerakan moral yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, sebulan sebelum hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Orde Baru dilaksanakan.

Istilah “putih” dipakai karena gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Sedangkan tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah Arief Budiman.

Menjelang gelaran pemilu 2019 yang akan dihelat beberapa minggu lagi, negeri ini diresahkan dengan dua tajuk yang tidak mengenakkan, yakni berita bohong atau hoax dan gerakan untuk mengajak orang lain golput . Kondisi tersebut berbeda maksud dengan tujuan politik saat Pemilu 1971 seperti cerita tersebut.

Masalah hoax dan provokasi Golput saat ini pada Pemilu 2019 merupakan pola intimidasi dan strategi kelompok tertentu untuk memenangkan pilihannya dengan cara intimidasi dan menakuti pijak lainnya agar tidak bersni memilih bahkan terprovokasi berita bohong oleh hoax sehingga kandidat tertentu menjadi kurang pemilihnya.

Dua permasalahan tersebut sangat meresahkan sebab keduanya berpotensi merusak iklim pesta demokrasi yang seharusnya dilaksanakan dengan gembira dan demokratis tanpa intimidasi. Disisi lain yang harus diwaspadai adanya kelompok lain yang ikut menunggangi dan selalu ingin menjadikan bangsa Indonesia hancur krn punya keinginan bahwa Indonesia harus sesuai dengan paham nya harus kita hadapi dengan bersatu sebab Ketika iklim demokrasi telah rusak, niscaya Indonesia berada diambang kehancuran.

Atas dasar pertimbangan inilah kita harus bersama-sama dalam melawan oknum-oknum yang suka menyebar hoax dan mereka yang gencar mengajak orang lain untuk Golput, untuk itu mari kita lawan hoax dan jangan Golput dsn Jangan Takut Memilih sesuai pilihan akal cerdas kita serta hati nurani kita demi berlanjutnya Pembangunan Indonesia dan Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia yang semakin Maju. Jika kita bersatu, kita pasti bisa.

Saat ini sudah banyak dari komunitas kaum milenial dan netizen yang sudah bersepakat dan mendeklarasikan melawan hoax dan menolak golput demi kemajuan bangsa. Maka harus kita dukung terus dan jangan takut memilih serta gunakan hak pilih dengan cerdas.

Ingat 17 April 2019 akan menjadi saksi untuk kita yang ingin melihat Indonesia Maju dalam segala bidang melalui suksesnya keberlanjutan pembangunan Indonesia dan Kepemimpinan Nasional.

Gunakan Hak Pilih

Pada tahun ini, masyarakat Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum. Pemilu memiliki fungsi sebagai sarana untuk melanjutkan jalannya sistem pemerintahan yang demokratis. Melalui Pemilu, rakyat dapat memilih para wakilnya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Namun, ada upaya untuk merusak ajang demokrasi lima tahunan tersebut. Banyaknya semburan hoaks yang disebar oleh oknum tertentu untuk meraih kekuasaan berpotensi memecah persatuan bangsa dan mengintimidasi pemilih agar takut gunakan hakmpilihnya jika tidak sesuai dengan pilihan kelompok tersebut .

Konflik antar pendukung menjadi mudah tersulut jika masyarakat tidak bijak dan cerdas dalam menerima dan menelusuri informasi secara benar. Apabila tidak segera ditanggulangi, maka pemilu 2019 yang damai, adil, dan bermartabat mustahil akan terwujud. Potensi konflik bisa saja terjadi seperti negara- negara lain akibat hoaks dan fitnah yang sengaja dibuat pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara maju.

Hoaks disebar karena memiliki motivasi untuk membuat masyakat pesimistis dan mengintimidasi serta mendelegitimasi hasil Pemilu nanti. Oleh karena itu, masyarakat harus cerdas tidak mudah terjerumus berita hoaks, terprovokasi fitnah apalagi terpedaya politisasi agama. Masyarakat juga harus menggunakan hak pilih dengan cerdas dan bijaksana. Ada begitu banyak cara agar masyarakat mampu menggunakan hak pilih kita secara cerdas. Salah satunya adalah dengan melek politik.

Ketika mayoritas masyarakat Indonesia tidak peduli dengan masalah politik, suara mereka justru akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memiliki niat buruk. Jika masyarakat sudah melek politik, maka tidak akan mudah tertipu dengan janji manis sarat unsur politis oknum-oknum yang tidak paham makna Nasionalis. Sebab, masyarakat dapat menganalisa trackrecord dan prestasi kandidat serta mengkaji rasionalitas program dan inovasi yang ditawarkan.

Selaku warga negara yang memiliki hak dan kewajiban, kita harus bersatu melawan hoaks dan tidak takut memilih demi suksesnya pemilu 2019 yang damai dan bermartabat serta keberlanjutan kepemimpinan nasionalmguna mensuksesnya keberlangsungan pembangunan Indonesia dalam rangka terjaminnya masa depan bangsa menuju Insoenesia yang semqkin maju.

Bersama mari kita lawan hoax dan tolak Golput untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih maju. Jangan biarkan bangsa ini terpecah di tengah kemajuan dan pembangunan yang gencar dilakanakan saat ini, hanya karena kepentingan segelintir orang yang ingin berkuasa tanpa kerja nyata.

BERITA TERKAIT

Menyoal Dewan Pengawas KPK

Oleh:  Suparji Achmad, Ketua Senat Akademik Universitas Al Azhar Indonesia Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Surat Presiden (Surpres) Revisi Undang-Undang…

Optimisme Membangun Asrama Mahasiswa Nusantara

  Oleh :  Sabby Kosay, Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta   Jokowi telah menerima perwakilan tokoh Papua dan Papua barat…

Anggaran Pendidikan di Masa Pemerintahan Jokowi

Oleh: Rahmat Rusfandi, Staf BPPK Kemenkeu . Salah satu tema kebijakan fiskal dalam RAPBN 2020 yaitu penguatan kualitas untuk mewujudkan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pasar Global Bawang Putih dan Posisi Indonesia

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Sampai pertengahan 1990-an, Indonesia mencukupi kebutuhan bawang putih konsumsi…

Upaya Bersama Atasi Karhutla

  Oleh:  Rahmad Kurniawan, Pemerhati Lingkungan Hidup Bencana Karhutla masih terus terjadi dan merugikan berbagai pihak, terutama masyarakat. Berbagai upaya…

Irjen Firli Bawa Angin Segar di KPK

  Oleh : Muhammad Zaki, Pengamat Kebijakan Organisasi  Jelang penetapannya sebagai Ketua KPK, Irjen Firli diterpa serangkaian fitnah. Dirinya disebut-sebut…