Jangan Remehkan Tidur Mendengkur

NERACA

Mendengkur atau yang biasa kita kenal dengan mengorok merupakan masalah tidur yang bisa dialami pria dan wanita. Meskipun umum terjadi, mendengkur tetap saja mengganggu terutama pada teman tidur. Mendengkur saat tidur terkadang hanya dianggap sepele, hanya karena kelelahan saja. Padahal, kebiasaan mendengkur menunjukkan adanya masalah dalam hal kesehatan.

Mendengkur terjadi karena udara melalui saluran nafas yang menyempit terjadi pada saat tidur. "Hal ini disebabkan karena terhalangnya jalan nafas dimana jaringan lunak pada langit-langit mulut yang berada di tenggorokan bergetar karena udara yang melemahkan saat bernafas melalui mulut," ungkapnya Dokter Umum Dr. Nina Sianturi kepada Neraca 19/03.

Bahaya mendengkur saat tidur memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Apabila Anda lagi tendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.

Penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat. Pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti obstructive sleep apnoea. Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10-60 detik. “Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali,” tuturnya.

Penyebab

Dr. Nina menjelaskan, mendengkur disebabkan berhubungan dengan gaya hidup, dan alasan fisik lainnya. Medengkur dapat mengakibatkan kelelahan karena kurang tidur yang tergangu, apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan.

1. Tekanan darah tinggi.

2. Jantung.

3. Stroke.

Lanjutnya, kelebihan berat badan, merokok, minum alkhol, juga disebabkan minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti, dan disusul hentakan nafas. Kondisi itu memacu organ tubuh, terutama jantung, bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. “Dan, saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung,” ujarnya.

Bagaimana cara mengatasi dengkuran? Mengatasi dengkuran memang tidak mudah namun, kita bisa meminimalkan gangguan tersebut. Tidur miring, sejak bayi kita tidur selalu terlentang. Namun, dengan meningkatnya umur, tidur telentang akan membuat jaringan di tenggorokan menjadi rileks dan mempersempit saluran udara.

Saluran udara yang tersumbat dapat memicu keluarnya suara berisik, atau mendengkur seperti biasa kita menyebutnya. Tidur miring bisa dicoba untuk mengurangi mendengkur. Pada awalnya bisa jadi tidak nyaman, tapi Anda selalu bisa mencobanya.

Nina mengatakan, menurunkan berat badan, satu dari lima orang diketaui mendengkur saat tidur. Seseorang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendengkur jika mengalami kelebihan berat badan. Banyaknya jaringan lemak di sekitar tenggorokan akan membuat saluran udara menyempit. Menurunkan berat badan bisa menjadi cara jitu untuk mengatas kebiasaan mendengkur.

Dalam beberapa kasus, mendengkur disebabkan oleh masalah hidung dan sinus. Jika Anda kebetulan mendengkur ketika masuk angin, coba gunakan nasal strip. Nasal strip bisa membantu menarik hidung agar terbuka dan membuat bernapas lebih mudah sehingga menghindari dengkuran.

Jika dengkuran sudah sangat menggangu maka diperlukan tindakan medis berupa pembedahan seperti pengangkatan amandel, tetapi itu merupakan pilihan terakhir biasanya didahului dengan terapi, ujarnya.

Mengatasi

Nina mengatakan, menghindari alkohol sebelum tidur, alkohol mungkin dapat membantu bersantai sebelum tidur, namun alkohol dapat pula memicu mendengkur. Alkohol menyebabkan otot tenggorokan semakin longgar yang dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga menyebabkan mendengkur.

Merokok, racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur. Pakai bantal tinggi, posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran.

Lanjutnya, hindari konsumsi beberapa obat, beberapa obat, seperti obat flu, obat sakit kepala, ataupun obat penghilang rasa cemas dapat menyebabkan terjadinya gangguan napas pada saat tidur. Bahkan obat tidur pun memiliki efek yang sama.

Hindari alergi, pada orang-orang tertentu, alergi dapat juga menjadi pemicu terjadinya dengkuran. Oleh karena itu bagi kamu yang memiliki riwayat alergi, hindarilah faktor pencetusnya.

Bila perlu Operasi, dalam hal ini yang menjadi penyebabnya adalah amandel. Bila hal itu yang terjadi, maka sebaiknya segera lakukan operasi, karena amandel mudah sekali kambuh. Dengan dioperasi maka tidak akan kambuh dan mendengkur tidak akan terjadi lagi.

Mendengkur juga dapat merupakan gejala lain gangguan medis serius seperti sleep apnea. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan akan memastikan penyebab mendengkur.

Menghubungi profesional kesehatan akan membantu dalam menentukan pengobatan mendengkur yang paling tepat.

Sedangkan bahaya tidur dalam kondisi mendengkur, menyebabkan timbulnya gangguan pada jantung gagal jantung, penyumbatan pembuluh jantung koroner, kematian dalam tidur. 10% dari pasien tidur mendengkur atau ngorok yang tidak ditangani serius mati saat tertidur.

Setengah dari orang yang tidur mendengkur mengalami hipertensi, memberi pengaruh buruk pada seluruh organ tubuh, mengganggu daya ingat, penilaian, dan pengambilan keputusan, ngorok juga menurunkan libido seksual atau dorongan seksual dan menurunkan kemampuan seksual serta disfungsi ereksi dan diasosiasikan dengan peradangan umum dalam tubuh dan dengan demikian meningkatkan radikal bebas.

Mendengkur sebenarnya merupakan hal alamiah. “Sekitar 45% orang dewasa tidur mendengkur. Jika Anda memiliki masalah mendengkur yang serius, Anda tidak perlu khawatir atau minum obat tertentu untuk menyelesaikannya. Ada banyak terapi dan obat organik yang dapat Anda coba.”

Related posts