Jelang Pilpres, Tren IHSG Rawan Terkoreksi - Investor Pilih Wait and See

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi di tengah naiknya bursa saham regional. IHSG awal pekan kemarin, ditutup melemah sebesar 16,14 poin atau 0,25% menjadi 6.452,61. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, bergerak turun 2,85 poin atau 0,28% menjadi 1.016,18.

Kata analis Indopremier Sekuritas, Mino, pergerakan indeks yang cenderung bervariasi dipengaruhi kombinasi sentimen dari eksternal dan internal.”Senin awal pekan sentimennya campuran ada yang positif dan negatif. Yang positif naiknya beberapa harga komoditas, optimisme investor terkait perundingan dagang antara Amerika dan China, dan data inflasi yang lebih rendah dari sebelumnya. Sedangkan yang negatif sikap hati-hati investor menjelang pilpres dan aksi jual investor terhadap saham BBCA di "pre closing"," ujar Mino di Jakarta, kemarin.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp106,7 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 384.997 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,25 miliar lembar saham senilai Rp7,71 triliun. Sebanyak 166 saham naik, 228 saham menurun, dan 140 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei ditutup menguat 303,22 poin (1,43%) ke 21.509,03, indeks Hang Seng menguat 510,66 poin (1,76%) ke 29.562,02, dan indeks Straits Times menguat 37,63 poin (1,17%) ke posisi 3.250,51. Sebaliknya pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 16,97 poin atau 0,26% ke posisi 6.485,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,09 poin atau 0,4% menjadi 1.023,13.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pergerakan IHSG dipengaruhi hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China pada akhir pekan lalu yang mengindikasikan perdamaian antara keduanya.”Hasil dari pertemuan AS dan Cina dalam membahas perdagangan, dapat menjadi pencerahan bagi pasar global yang setidaknya juga dapat menjadi dukungan bagi IHSG untuk bergerak ke level yang lebih baik dalam pekan ini," ujar Alfiansyah.

Pelaku pasar juga menyikapi rilis data ekonomi berupa inflasi Maret 2019. Bank Indonesia (BI) memproyeksi sepanjang Maret 2019 terjadi inflasi sebesar 0,14% (bulan ke bulan/mtm), sedangkan secara tahunan sebesar 2,51% (yoy)."Sisi lain, inflasi Maret yang diperkirakan terkendali diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi indeks," kata Alfiansyah.

Bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei dibuka menguat 432,23 poin (2,04%) ke 21.638,04, indeks Hang Seng menguat 473,8 poin (1,63%) ke 29.525,16, dan Straits Times menguat 22,96 poin (0,71%) ke posisi 3.235,84.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…