Peran Milenial Menjaga Persatuan via Pemilu 2019

Oleh : Adi Ginanjar, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Menuju pemilu 2019 hal terpenting yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia adanya menjaga persatuan dan kesatuan. Apapun hasilnya nanti persatuan Indonesia harus tetap ditegakkan dan menerima hasilnya sebaik mungkin. Berbagai urusan politik yang mungkin saja akan memanas jangan sampai menjadi alasan masyarakat Indonesia menjadi terpecah belah dan akhirnya menimbulkan kerusuhan pasca pemilu 2019.

Cara Menjaga Persatuan

Semakin mendekati proses pemilu 2019 setiap tingkah laku yang dilakukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden begitu juga dengan semua elemen politik tentunya menjadi sorotan di kalangan masyarakat. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi saat ini maka berbagai hal bisa tersebar dengan mudah begitu juga dengan berita yang belum tentu ada kebenarannya. Sehingga perlu adanya langkah pencegahan dari masyarakat sendiri untuk menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

Berikut beberapa cara untuk menjaga persatuan yang memang penting untuk diperhatikan masyarakat Indonesia yaitu :

Sebaiknya dari pihak para politisi juga benar-benar memperhatikan bagaimana menjaga pemilu agar tetap damai serta menjaga persatuan di masyarakat Indonesia. Jangan hanya sekedar menjadi slogan atau secara simbolis melakukan politik damai tetapi juga harus ada aksi nyata yang dilakukan Masyarakat harus bijak dalam mencerna informasi yang didapatkan apalagi melalui sosial media. Sehingga dengan begitu akan dapat membantu untuk meminimalisasi adanya hoax yang bisa memecah masyarakat Indonesia Belajar untuk menghargai pilihan orang lain dan tidak perlu saling sindir apalagi di media sosial. Seperti halnya dengan makna demokrasi yang sesungguhnya bahwa setiap orang memiliki hak untuk memiliki pilihannya sendiri dan hasil dari pemilu ini apapun itu harus dihargai dan diikuti dengan baik

Dengan mengaplikasikan hal-hal tersebut maka pelaksanaan pemilu 2019 akan dapat berjalan lebih lancar dan damai. Memang terkesan sebagai sesuatu yang sederhana tetapi bisa menjadi hla yang cukup sulit untuk dilakukan jika kita sudah terbiasa untuk melakukan berbagai hal dengan terburu-buru dan tanpa berpikir mengeluarkan pendapat, apalagi saat ini sudah difasilitasi dengan adanya sosial media.

Sikap Milenial

Dengan adanya sosial media saat ini tentu bisa dilihat bahwa milenial juga memiliki andil yang besar dalam mensukseskan pemilu 2019. Bahkan para milenial juga sudah memiliki keberanian untuk mengutarakan pendapatnya dan melihat dengan jelas kondisi politik yang ada saat ini. Tentu saja memperhatikan dan menarik simpati dari para milenial juga bukan hal yang mudah karena tidak sedikit juga anak-anak yang cukup apatis terhadap hal-hal berbau politik.

Berbagai hal yang sudah terjadi selama proses pelaksanaan menuju pemilu 2019 ini tentu saja ada beragam tanggapan milenial yang perlu untuk menjadi bahan pertimbangan. Namun akan lebih baik jika milenial juga mampu memberikan penilaian secara menyeluruh berdasarkan sudut pandang helikopter. Mereka perlu mengumpulkan informasi dan data untuk mempertimbangkan pilihan yang tepat, sehingga penilaian tidak bisa hanya dilakukan dari satu sisi atau pendapat saja.

Menjadi milenial yang kritis memang akan sangat menguntungkan, namun tentu saja berbagai hal yang akan disampaikan apalagi melalui media sosial juga perlu untuk diperhatikan dengan baik. Menjadi milenial yang bijak dan mengambil pertimbangan serta informasi tentu saja akan sangat membantu untuk meminimalisasi adanya kemungkinan kerusuhan atau bahkan perkembangan hoax yang semakin merajalela. Sehingga meskipun milenial memang memiliki gejolak yang begitu besar tetapi setiap langkah yang diambil tentu harus dipertimbangkan dengan baik apalagi jika berkaitan dengan urusan politik.

Bisa kita lihat adanya beragam perdebatan di berbagai sosial media terkait politik terutama pemilihan presiden dan wakil presiden menunjukkan adanya perhatian yang besar dari para milenial terkait perkembangan negara ke depannya. Tentu saja pemikiran kritis ini harus diarahkan ke jalan yang benar agar para milenial ini tidak sampai salah arah terutama dalam mendapatkan informasi sebagai dasar pertimbangan mereka. Sikap milenial yang baik menuju pemilu 2019 ini tentu saja adalah dengan berusaha mencerna setiap informasi yang didapatkan tidak hanya dari satu pihak tetapi menyeluruh.

BERITA TERKAIT

Batik: Motif, Pasar & Budaya

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional…

Palapa Ring Timur Siap Menunjang Kemajuan Papua

  Oleh : Yeremia Kogoya, Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta Masyarakat Papua kini dapat bergembira. Palapa Ring Timur yang baru…

Mewaspadai Potensi Gerakan Radikal Jelang Pelantikan RI-1 dan RI-2

  Oleh : Muhammad Zaki, Pemerhati Sosial Politik   Menjelang hari pelantikan yang hanya tinggal menghitung jari ini, imbauan kewasapdaan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Ekonomi RI Bagaikan Telur di Ujung Tanduk

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)   BPS (Badan Pusat Statistik) baru saja mengumumkan data…

UU KPK Hasil Revisi: Sah Berlaku Sejak 17 Oktober 2019

  Oleh : Erlangga Pratama, Pemerhati Masalah Hukum   Sejak 17 Oktober 2019, UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi…

Pembangunan BTS Diperbanyak di Indonesia : Upaya Mewujudkan “Merdeka Sinyal 2020”

  Oleh : Otjih S, Pemerhati Komunikasi Massa   Diakui atau tidak, karena luasnya geografi wilayah Indonesia maka banyak daerah…