Muluskan Akuisisi Global, Trikomsel Gelar Right Issue

Neraca

JAKARTA - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) akan menerbitkan saham terbatas atau rights issue guna memuluskan akuisisi atas 80% saham PT Global Teleshop yang menelan biaya investasi sekitar US$ 100 juta.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/3). Dijelaskan, dalam penawaran umum terbatas (PUT) I, perseroan akan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 311,5 juta lembar saham biasa dengan nama (seri A).

Harga saham ini berkisar antara Rp800-Rp860 per saham. Dengan demikian, dari sini perseroan berharap meraup dana sekira Rp249,2 miliar-Rp267,89 miliar. Setiap pemegang 500 saham TRIO akan memperoleh 35 HMETD seri A, di mana tiap HMETD berhak atas satu saham seri A.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan penerbitan efek bersifat ekuitas (EBE) dengan nilai antara Rp752,72 miliar sampai Rp811,32 miliar. Tiap pemegang 500 saham TRIO akan memperoleh 106 HMETD seri B, di mana tiap HMETD berhak membeli satu unit EBE dengan kisaran harga yang sama.

Dengan demikian, pemegang saham yang tidak mengkonversikan haknya akan terdilusi sebesar 6,54 persen sebelum EBE dikonversikan. Dan terdilusi sebesar 22 persen setelah EBE dikonversikan. Perseroan menjelaskan, 80% dana hasil right issue ini akan digiunakan untuk mendanai akuisisi atas 80% saham Global Teleshop. Sementara sisanya akan digunakan utnuk modal kerja perseroan.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp303,008 miliar pada tahun 2011. Naik 49,3% dibandingkan tahun 2010 yang sebesar Rp204,4 miliar. Naiknya laba perseroan ini terdongkrak kinerja pendapatan neto yang naik menjadi Rp7,1 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp5,51 triliun.

Alhasil, laba kotor perseroan naik menjadi Rp964,38 miliat dari sebelumnya Rp709,1 miliar. Laba usaha juga naik menjadi Rp6584,5 miliar dari sebelumnya Rp363,3 miliar. Sementara pendapatan keuangan pengelola ritel Oke Shop ini turun menjadi Rp1,1 miliar dari sebelumnya Rp1,7 miliar. Sementara bagian atas laba entitas asosiasi neto mencapai Rp1,9 miliar, turun dari sebelumnya Rp2,75 miliar.

Total aset perseroan tercatat sebesar Rp3,8 triliun pada tahun 2011, naik dari sebelumnya sebesar Rp2,39 triliun. Sementara kas dan setara kas perseroan tercatat Rp102,5 miliar pada akhir tahun 2011, naik dari akhir tahun 2010 Rp75,5 miliar. (bani)

Related posts