Dalam 10 Tahun BBM Naik 7 Kali

NERACA

Bantul---Ppemerintah terus mendapat kritikan terkait rencana kenaikkan BBM bersubsidi. Masalahnya, dalam 10 tahun terakhir telah 7 kali menaikkan harga BBM. Bahkan sampai saat ini memang belum ada cara lain untuk mengurangi subsidi. Yang jelas, kenaikan harga BBM adalah satu-satunya solusi saat ini yang harus dilakukan pemerintah untuk mengurangi terjadinya defisit APBN. "Ini bukan soal cocok atau tidak. Sebab saat ini belum ada atau tidak ada cara lain yang bisa mengurangi subsidi atau mengurangi defisit tanpa itu," kata Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Yogyakarta,19/3

Menurut JK panggilan akrabnya, soal kenaikan harga BBM bukan masalah pas dan tidaknya diterapkan di Indonesia. Sebab, kebijakan kenaikan harga BBM sudah berkali-kali pernah dilakukan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga memberikan kompensasi kepada rakyat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Kita nunggu pemerintah saja. Sebab pemerintah sudah bertekad akan menaikkan harga BBM," ujarnya

Menurut Ketua umum PMI Pusat ini, kompensasi yang akan diberikan pemerintah kepada rakyat secara prinsip juga sama dengan program BLT terdahulu. Bahkan pemerintah juga sudah berjanji akan memberikan bantuan kompensasi lagi.

Ditempat terpisah, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan keputusan pemerintah menaikan BBM bersubsidi didasarkan pada lima alasan. “Penting bagi negara untuk berkomitmen mengurangi subsidi BBM yakni, lebih berpihak pada si kecil, lebih hemat dan ramah lingkungan, lebih bermanfaat, lebih benar, dan lebih awet," ujarnya

Menurut Jero, lebih perpihak pada si kecil itu karena BBM subsidi justru lebih membantu warga kelompok menengah-atas yang sudah berkecukupan. "Alasan kedua, lebih hemat dan ramah lingkungan, karena pemangkasan subsidi membuat harga Premium dan Solar yang jauh lebih murah dan mestinya mendorong orang boros dan ceroboh dengan mengkonsumsi BBM," jelasnya

Perihal lebih bermanfaat, Jero mengatakan dana yang seharusnya habis untuk subsidi bisa dialihkan pemakaiannya untuk membiayai belanja lain yang lebih berguna bagi rakyat banyak. "Selanjutnya, lebih benar yakni karena pemangkasan subsidi mengurangi dorongan untuk penyelewengan dan penyelundupan," ucapnya.

Alasan terakhir kata Jero, lebih awet, karena efek positif pengurangan subsidi premium dan solar akan terasa dalam jangka waktu cukup lama. Bukan hanya bagi anggaran 2012 saja, efek positif pemangkasan subsidi BBM akan meringankan beban negara pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Vice Presiden communication PT Pertamina (Persero) M Harun mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara importir minyak yang memilih mensubsidi BBM-nya. "Bayangkan sebagai negara importir minyak, harga BBM subsidi Indonesia paling murah nomor tujuh di dunia," tuturnya

Diungkapkan Harun, negara dengan harga minyak termurah antara lain, Venezuela, Iran, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Uni emirat Arab (Abu Dhabi), Indonesia.

Dijelaskan Harun, dari negara Venezuela-Uni Emirat Arab semuanya merupakan negara yang berlimpah akan minyak buminya bahkan di atas 10 juta barel per hari (bph) produksi minyaknya. "Tapi Indonesia, dengan negara yang produksinya hanya 900.000 bph dan mengimpor sebagian besar minyak mentahnya malah menjual harga BBM sangat murah," tandasnya

Menurut Harun, Indonesia tidak kaya dengan minyak, Indonesia juga tidak kaya batubara dan tidak pula kaya akan gas, tapi Indonesia adalah negara yang kaya akan variasi energi. "Berkaca dengan Amerika, tidak memberikan subsidi minyak terhadap rakyatnya, tetapi Amerika sangat menjaga cadangan minyaknya bahkan memiliki cadanga yang paling besar," tegas Harun. **mohar/cahyo

Related posts