Polisi Genjot Setoran PNPB Rp 4,8 Triliun

NERACA

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berupaya memasang target setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 4,8 triliun. Dari target tersebut, biaya pembuatan dan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) jadi andalan. "Kami akan lebih banyak ambil pada Samsat (STNK) bukan pada SIM untuk tahun 2012," kata Asisten Perencanaa Kapolri Irjen Pujianto di Jakarta, Senin (19/3)

Menurut Pujianto, target PNBP pada 2012 ini dalam APBN-P naik Rp 101,43 miliar dari sebelumnya Rp 4,74 triliun menjadi Rp 4,842 triliun. Dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 3,58 triliun, PNBP kepolisian tahun ini juga naik.

Pujianto menambahkan meningkatnya target PNBP ini tak akan diambil pada pengurusan SIM, melainkan memaksimalkan penerimaan pajak kendaraan bermotoratau STNK. Pihak kepolisian yakin target penerimaan tersebut bakal tercapai tahun ini. Selain STNK, polisi bakal mencari setoran PNBP lewat pengurusan SIM, surat izin kepemilikan senjata api, tilang pelanggaran lalu lintas, surat izin bahan peledak, serta BPKB.

Sementara terkait anggaran pegawai di Kepolisian Indonesia (Polri), kata Pujianto, naik Rp 7 triliun dari Rp 21 triliun di 2011 menjadi Rp 28 triliun di 2012. Ini terjadi karena ada kenaikan gaji dan uang lauk pauk, serta uang makan. "Kenaikan belanja pegawai dari Rp 21 triliun jadi Rp 28 triliun tetapi memang karena didalamnya ada remunerasi.Kalau kaitannya dengan kenaikan lauk pauk dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu. Kenaikan uang makan PNS Polri dari Rp 10 ribu jadi Rp 15 ribu," jelasnya.

Polri menerima kucuran dana APBN 2012 sebesar Rp 39,783 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 71% dihabiskan untuk belanja pegawai yaitu membayar gaji prajurit dan perwira Polri. Anggaran Rp 39,783 triliun itu ditetapkan melalui SK Menkeu No. 1 KMK/02/2011. **mohar

Related posts