Aksi Jual Investor Hambat Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (27/3) ditutup turun 0,39% atau 25,261 poin ke level 6.444,738. Berdasarkan data RTI, tercatat 209 saham bergerak turun, 175 saham bergerak naik, dan 145 saham stagnan. Volume perdagangan 13,9 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,08 triliun.

Delapan indeks sektoral membebani perdagangan. Sektor basic industry paling dalam penurunannya 1,19%. Sedangkan, sektor konstruksi memimpin kenaikan 0,46%. Perdagangan Rabu, asing mencatatkan net sell Rp 213,335 miliar di pasar reguler dan Rp 424,719 miliar keseluruhan market. Sebaliknya, pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 10,56 poin atau 0,16% ke posisi 6.480,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 2,62 poin atau 0,26% menjadi 1.020,2.”Kecemasan pasar atas risiko ancaman resesi ekonomi AS nampak mengendur, pelaku pasar akan fokus pada laporan laba perusahaan. Sentimen ini membuka peluang bagi IHSG bergerak ke zona hijau," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah.

Gubernur Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed) Jerome Powell memperkirakan ekonomi AS akan melambat dengan tajam pada 2019 dan inflasi akan bergerak semakin lemah. The Fed memperkirakan angka pengangguran 2019 ada di kisaran 3,7% atau sedikit lebih tinggi dibandingkan prediksi yang dibuat tiga bulan lalu.

Sementara itu, survei yang dilakukan National Association of Business Economics (NABE) menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) riil, diproyeksikan melambat menjadi 2,4% pada 2019 dan semakin melambat menjadi dua persen pada 2020.”Kebijakan perdagangan AS yang proteksionis, perang dagang, ditambah dengan perlambatan ekonomi dunia menjadi alasan utama ekonomi AS akan mengendur dua tahun ke depan. Resesi di AS secara signifikan akan menghantam perekonomian negara lain, termasuk negara-negara kawasan Asia," ujar Alfiansyah.

Sentimen lainnya bagi pasar yaitu pemerintah AS dan China terus berupaya mencari titik temu dalam penyelesaian perang dagang. Hal ini ditandai Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan mendatangi perundingan akhir di China pada Kamis (28/3) besok.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei dibuka melemah 140,4 poin (0,66%) ke 21.287,99, Indeks Hang Seng menguat 85,9 poin (0,3%) ke 28.652,8 dan Indeks Straits Times melemah 0,47 poin

(0,01%) ke posisi 3.199,8.

BERITA TERKAIT

TRANSAKSI JUAL BELI EMAS MENINGKAT JELANG LEBARAN

Pedagang menata perhiasan emas di pusat penjualan emas Kota Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (25/5/2019). Menurut pedagang setempat, transaksi penjualan…

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

AKIBAT AKSI DEMO 22 MEI 2019 - Aprindo: Pengusaha Mal Rugi Rp1,5 Triliun

Jakarta-Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, kerugian pusat perbelanjaan atau mal di kawasan Jakarta yang menutup kegiatan operasionalnya karena demo…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…