Penerima BLT Dipastikan 18,5 Juta Keluarga

NERACA

Jakarta - Pemerintah telah mengungkapkan sebanyak 18,5 juta rumah tangga bakal mendapat bantuan langsung sementara masyarakat Rp 150.000 per bulan. “Pemberian BLSM berupa dana tunai senilai Rp 150.000 per bulan. Penerima bantuan ini adalah 18,5 juta rumah tangga yang mencakup 30% rumah tangga dengan tingkat sosial ekonomi terendah di Indonesia," kata Menteri ESDM, Jero Wacik di Jakarta,19/3

Jero menambahkan, versi baru BLT yakni Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). "Pemberian BLSM berupa dana tunai senilai Rp 150.000 per bulan. Penerima bantuan ini adalah 18,5 juta rumah tangga yang mencakup 30% rumah tangga dengan tingkat sosial ekonomi terendah di Indonesia," tambahnya

Pemerintah, sambung Jero juga telah menyiapkan anggaran Rp 5 triliun untuk kompensasi di sektor transportasi. "Tujuannya, agar kenaikan tiket angkutan kelas ekonomi tidak melonjak sejalan dengan kenaikan harga Premium dan Solar," ujarnya.

Kemudian, pemerintah juga akan melakukan penambahan frekuensi jatah beras untuk rakyat miskin sebanyak dua bulan, menjadi 14 kali per tahun. "Raskin akan ditambah penyalurannya dari sebelumnya 12 kali per tahun, menjadi 14 kali per tahun dengan harga tembus tetap Rp 1.600 per kilogram," tambahnya.

Selain itu semua, akan ada juga penambahan beasiswa untuk rumah tangga miskin selama 6 (enam) bulan. Dan pemerintah yakin, dalam jangka pendek, harga berbagai komoditas serta biaya transportasi akan mengikuti kenaikan harga Premium dan Solar. "Namun, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, inflasi akan terjadi dalam jangka waktu sementara saja, beberapa bulan setelah kenaikan harga," jelasnya. **mohar

Related posts