BEI Kecewa IPO BUMN Meleset Dari Target - Hanya Satu Yang Siap Dari Tiga BUMN

Neraca

Jakarta –Kenyakinan akan lebih banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak melakukan penawaran saham perdana melalui initial public offering (IPO) guna membantu industri pasar modal terus tumbug, tidak bisa diharapkan lagi. Pasalnya, pemerintah mengakui hanya satu BUMN yang siap.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menyampaikan sedikit kecewa dengan kabar kesiapan Kementerian BUMN yang cuma bisa meng-IPOkan satu perusahaan BUMN. Kondisi tersebut sangat jauh dari target sebelumnya, yang dipatok tiga hingga lima BUMN. “Kalau cuma satu kurang menantang,” katanya di Jakarta, Senin (19/3).

Eddy menuturkan, pihaknya ingin kalau Kementerian BUMN bisa meng-IPO-kan perusahaan BUMN sebanyak-banyaknya tahun ini. Namun, saat ini yang tahu kondisi BUMN itu hanya Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sehingga tidak bisa dipaksakan untuk IPO.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap meyakini dapat mencapai target IPO sebanyak 25 perusahaan pada tahun ini. Sepanjang tahun ini, baru tiga perusahaan yang melaksanakan pencatatan saham di BEI.

Sementara BEI menargetkan sebanyak 25 perusahaan melaksanakan IPO pada 2012. Tiga perusahaan yang telah melaksanakan IPO tahun ini, yakni PT Minna Padi Investama Tbk (PADI), PT TiPhone Mobile Tbk (TELE), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

Selain itu, kuatnya potensi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan juga diyakini akan menjadi salah satu pendorong banyaknya perusahaan dalam negeri untuk melakukan IPO, baik dari kalangan perusahaan BUMN maupun juga perusahaan swasta. "Kami tetap optimis IPO tahun ini bisa mencapai 25 perusahaan," ujarnya

Dia juga menyakini, pada kuartal kedua 2012 akan diramaikan oleh perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana. "Jadi kami harapkan akhir Maret akan banyak calon emiten yang mendaftarkan untuk IPO. Kalau dilihat kuartal pertama ini yang mencatatkan saham mungkin baru beberapa saja dikarenakan pada kuartal ini biasanya yang muncul hanya beberapa perusahaan yang diproses di bulan Desember 2011," kata Eddy.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan ada tiga BUMN yang disiapkan untuk melantai di bursa efek. Ketiga BUMN tersebut adalah, PT Semen Batu Raja, PT Waskita Karya dan PT Hutama Karya. Bahkan bila dimungkinkan anak usaha juga akan melakukan hal serupa.

Pengamat dari Sinarmas Sekuritas Jeff Tan pernah bilang, BUMN yang akan IPO diharapkan memiliki prospek industri dan fundamental baik serta ditawarkan dengan jumlah saham memadai.

Kata Jeff Tan, BUMN yang telah memiliki kapitalisasi dan ukuran perusahaan besar dinilai menjadi nilai plus BUMN untuk menawarkan saham perdana ke publik. Selain itu, penawaran umum saham perdana BUMN dapat berhasil juga melihat prospek industri dan fundamental BUMN tersebut. "Berhasil atau tidaknya suatu IPO tergantung dengan murah atau tidaknya, sizenya, dan prospek industri serta emiten tersebut," kata Jeff.

Lebih lanjut dia menuturkan, semakin besar kapitalisasi pasar BUMN tersebut maka semakin besar minat investor institutional untuk masuk ke penawaran umum saham perdana BUMN. Dan bisanya size BUMN besar maka sudah ada nilai plusnya. (bani)

Related posts