Kenaikan DP Kredit Guna Seleksi Debitur

NERACA

Jakarta—Kementerian Keuangan mengungkapkan kenaikan uang muka ini semata-mata untuk menyeleksi debitur –debitur yang sehat. “Debitur yang membeli barang dengan pinjaman, maka harus ada porsi downpayment yang dimasukkan oleh debitur,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta,19/3

Lebih jauh Agus menyambut baik aturan yang mengatur minimal uang muka untuk meningkatkan kehati-hatian dalam pembiayaan. Kenaikan uang muka (down payment) tak hanya berlaku di kredit kendaraan bermotor perbankan, namun juga di perusahaan pembiayaan (multifinance).

Mantan Dirut Bank Mandirin ini mengakui meskipu dinilai aturan ini memberatkan masyarakat, namun pemerintah akan merespon dengan pembenahan transportasi umum dengan melakukan percepatan peremajaan transportasi umum. "Pemerintah mempersiapkan alternatif transportasi umum, kita harus lakukan, dan ini inisiatif yang pada waktunya Menteri Perhubungan akan menjelaskan lebih detil," ujarnya

Sebelumnya, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, Purbaya Yudhi Sadewa, mengkhawatirkan pengenaan aturan baru batas minimal kendaraan bermotor bakal memicu bertambahnya pengangguran akibat pemutusan hubungan pekerja (PHK) karyawan perusahaan pembiayaan.

Hal itu bisa saja terjadi karena kemungkinan penjualan kendaraan bermotor yang melambat akibat tingginya ketentuan pembayaran uang muka. "Sudah ada yang mulai mem-PHK karyawannya. Yang penting adalah ekonomi akan melambat," ungkap Purbaya

Menurut Purbaya, keputusan Bank Indonesia dan pemerintah menaikkan batas minimal uang muka pembelian kendaraan bermotor dilaksanakan pada waktu yang kurang tepat. Apalagi di saat rencana pemerintah yang tengah menggodok rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Ini akan menghambat signifikan pertumbuhan industri motor,” tegasnya.

Lebih jauh Purbaya mengaku kecewa dengan tingginya DP 30% tersebut. Karena ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. “ eharusnya tidak setinggi itu (batas minimal uang muka) karena ekonomi akan melambat," paparnya

Idealnya, kata Purbaya lagi, pengenaan ketentuan baru batas minimal uang muka kredit kendaraan bermotor dilakukan secara bertahap. Langkah ini diharapkan bisa mencegah dampak yang lebih besar pada perekonomian nasional.

Kendati demikian, Purbaya menilai pengenaan uang muka kredit kendaraan, khususnya roda dua, selama ini terlalu murah. Hanya dengan uang muka Rp500 ribu, bahkan tanpa uang muka, masyarakat sudah bisa membawa pulang sepeda motor. "Itu terlalu berisiko," tegasnya. **bari/cahyo

Related posts