Warung BJB Fasilitasi Kredit Mikro Rp240 M

NERACA

Bandung--- Produk layanan "Waroeng BJB" dari Bank Jabar Banten (BJB) mendorong pertumbuhan ekpansi kredit dalam dua bulan terakhir dengan total penyaluran senilai Rp240 miliar. "Pasar kredit mikro masih sangat besar, dan terobosan Waroeng BJB dengan mendekatkan diri layanan kepada konsumen telah menumbuhkan kredit untuk sektor mikro dan kecil itu sebesar Rp240 miliar," kata Direktur Utama PT Bank BJB, Bien Subiantoro dalam keterangan persnya, Senin.

Produk layanan Waroeng BJB yang ditempatkan di gerai-gerai baik di kantor cabang maupun pasar tradisional itu dilakukan dengan mendekatkan melalui pendekatan budaya dan bahasa masyarakat di daerah masing-masing.

Setelah diresmikan di wilayah Jabar, produk layanan itu juga dikembangkan di Provinsi Banten. Dari 304 Waroeng BJB , sebanyak 59 diantaranya di Banten, sebanyak 34 unit diantaranya sudah beroperasi.

Peresmian layanan kredit mikro di Banten itu dilakukan oleh Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiah dan Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro. Hadir pula Pimpinan Bank Indonesia Serang Setyo Budi. "Layanan ini untuk melayani pembiayaan sektor mikro dan mitra binaan, total kredit maksimal Rp500 juta dengan tengat realisasi empat hari tuntas," tandas Bien.

Melalui pendekatan program layanan terbarunya yang berkonsep jemput bola, bank pembangunan daerah Jabar dan Banten itu optimis meningkatkan penyaluran kredit mikro yang pada 2011 hanya mencapai 2,9%. Pada 2012 sendiri bank itu menargetkan penyaluran kredit mikro hingga Rp6 miliar.

Lebih jauh Bien optimis, ekspansi kredit mikro akan berjalan secara eksponensial yakni semakin hari semakin menanjak seiring koordinasi dan layanan jaringan yang sudah optimal yang mendorong kesiapan layanan Waroeng BJB semakin tangguh. "Selain mendorong kenaikan ekspansi kredit juga akan menaikan laba. Selain itu mengembangkan usaha mikro yang terbukti usahanya sangat stabil, dikelola dengan baik, kredit macetnya rendang dan yang jelas menggerakan ekonomi kerakyatan," paparnya

Selain itu secara fisik gerai Warung BJB skoring sistemnnya sudah jalan dengan baik, transaksi lebih cepat, Sistem skoring sistem dari pusat ke Warung BJB sudah baik, jaringanya terus diperkuat," katanya.

Waroeng BJB juga ada di DKI Jakarta, meski fokusnya di wilayah Jabar dan Banten. Program itu akan disinergiskan dengan program penyaluran PNPM Mandiri. "Kami akan mencoba lingked program dengan program PNPN Mandiri, dengan syarat penyalurannya melalui koperasi. Untuk itu pembinaan koperasi dan komunitas usaha mikro menjadi salah satu garapan," ujarnya

Sementara itu, peresmian Waroeng BJB di Banten, juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara Bank BJB dengan PNPM Mandiri Kabupaten Serang. Bien menyebutkan, Provinsi Banten merupakan salah satu pasar potensial bagi Bank BJB yang pada 2011 lalu menyalurkan total kredit senilai Rp4,1 triliun dari total penyaluran kredit bank itu senilai Rp24 triliun. **cahyo

Related posts