Moody’s Revisi Outlook Indosat Jadi Negatif

Lembaga pemeringkat utang Moody’s Investor Service merevisioutlookmilik PT Indosat Tbk (ISAT). menjadi negatif, dari sebelumnya stabil. Pada saat bersamaan, Moody’s menegaskan ratingissuermilik emiten berkode saham ISAT tersebut, yaitu Baa3.

VP dan Analis Senior Moody’s, Nidhi Dhruv dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, outlook negatif tersebut mencerminkan pelemahan metrik keuangan Indosat.”Hal itu didorong oleh rencana perseroan untuk menambah capex 4G di tengah-tengah lingkung persaingan intens di sektor selular Indonesia,”ujarnya.

Adapun, profil keuangan dan operasional ISAT telah melemah signifikan selama beberapa kuartal terakhir. Hal itu terutama terjadi akibat aturan registrasi kartu SIM dan penurunan tajam dalam pendapatan dari bisnis tradisional (voicedan SMS) pada 2018. Pendapatan ISAT turun 23% menjadi Rp23,1 triliun pada 2018 dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang sebagian besar tertekan oleh penurunan 26% di bisnis seluler.

Sementara itu, jumlah basis pelanggan ISAT juga jatuh 47% menjadi 58 juta pada akhir 2018, dari 110 juta pada akhir 2017. Selanjutnya, rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) melemah 8% menjadi Rp18.700 pada periode yang sama.

Dhruv mengakui, kendati sektor seluler Indonesia tetap kompetitif, ada kenaikan tipis secara kuartalan untuk pertumbuhan ARPU dan pendapatan.“Pertumbuhan yang lebih konsisten di pendapatan akan membuat perusahaan bisa mengganti kerugian pangsa pasar dan marjin labanya, [hal itu] dapat menjadi pendukung stabilitas outlook rating,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

Shopee Gelar Festival 12.12 Birthday Sale

Eksistensi Shopee sebagai perusahaan e-commerce mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.  Sejak berdiri empat tahun lalu, Shopee terus melalukan inovasi dan…

BRILian Ajang Lomba Lari Terbesar Tanah Air

Mengulang kesuksesan di tahun lalu dan juga dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-124, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)…

Malindo Feedmill Raih Pinjaman Rp 250 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mendapat fasilitas pinjaman dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp250…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ORORI Distribusi Eksklusif WARIS Sampoerna

ORORI Group, pelopor penjualan perhiasan daring di Indonesia mengumumkan kemitraan eksklusif dengan PT Sampoerna Gold Indonesia (PT SGI) untuk memasarkan…

Aksi Korporasi Indosat Ooredoo - Pemegang Saham Setujui Penjualan Menara

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyetujui rencana transaksi penjualan 3.100…

Realisasi Kontrak Adhi Karya Baru Capai 28%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di penghujung tahun masih jauh dari target, tengok saja realisasi…