Pemerintah Targetkan Cukai Rp 2 Triliun - Booming Industri Rokok Elektrik

NERACA

Jakarta – Seiring dengan hadirnya regulasi dan payung hukum bagi industri rokok elektrik, kini pelaku industri lebih leluasa dalam menumbuhkan industri tersebut lebih besar lagi. Sebaliknya, bagi pemerintah hal ini menjadi peluang untuk mengeruk cukai dari industri rokok elektronik. Dimana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menargetkan bisa mendapatkan penerimaan negara hingga Rp 2 triliun dari industri rokok elektrik tahun ini.

Kepala Seksi Tarif Cukai dan Harga Dasar 2 DJBC, AGus Wibowo mengatakan, besarnya target tersebut lantaran potensi dari industri rokok elektrik di Indonesia juga cukup besar.”Tahun lalu, tiga bulan setelah pemberian izin perdana berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) ke beberapa pengusaha pabrik liquid vape, penerimaan negara dari industri rokok elektrik mencapai Rp 105,6 miliar.

Sementara saat ini, DJBC telah memasangkan pita cukai ke cairan rokok sebanyak 188 miliar buah dan permintaan penyediaan pita cukai akan terus meningkat seiring pesatnya industri rokok elektronik. Sementara Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garindra Kartasasmita mengungkapkan, jumlah pengguna rokok elektrik di Indonesia hingga akhir 2018 lalu mencapai 1,2 juta orang.

Dia pun optimistis tahun ini pengguna baru bisa bertambah hingga 1 juta. Sebagai catatan pemerintah telah memberikan legalitas terhadap produksi dan persebaran rokok elektrik dengan menerapkan tarif cukai terhadap cairannya yang termasuk dalam jenis produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). Penerapan cukai liquid rokok elektrik adalah sebesar 57% dari harga produk. Mulanya pengenaan cukai akan diberlakukan per 1 Juli 2018.

Namun, pemerintah merelaksasi sehingga mulai diberlakukan pada 1 Oktober 2018. Cukai akan dikenakan bagi liquid vape produksi domestik dan impor. Pihak yang bisa melakukan impor liquid vape hanyalah perusahaan yang mendapatkan izin impor dari Kementerian Perdagangan. Teranyar, perusahaan rokok elektrik yang sudah mendapatkan pita cukai rokok dari pemerintah dalah NCIG Indonesia.

CEO NCIG Indonesia, Roy Lefrans mengatakan, perokok di tanah air kini memiliki pilihan lebih baik untuk berhenti merokok dengan adanya N Pod NCIG. “Mereka bisa beralih ke rokok elektrik yang bebas tar dan kemudian bisa menjadi terapi untuk mengurangi ketergantungan terhadap nikotin,” ujar Roy.

Roy menambahkan, sudah saatnya konsumen rokok mempunyai pilihan untuk menikmati rokok dengan cara yang lebih maju. NCIG melihat hal itu sebagai peluang untuk memberikan pilihan baru lewat produknya yang bebas tar. NCIG dibanderol dengan harga Rp 600 ribu dan akan tetap dipasarkan secara ketat untuk konsumen dewasa sesuai batas usia merokok yakni di atas 18 tahun.

Nantinya tidak menutup kemungkinan untuk produk itu akan dijual sebagai produk fast moving consumer goods (FMCG).

BERITA TERKAIT

SERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI HASIL TEMBAKAU

Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) secara manual di pabrik rokok PT Praoe Lajar yang menempati bekas kantor perusahaan…

Lagi, Waskita Suntik Modal WTR Rp 1,198 Triliun

Dukung pengembangan ekspansi bisnis anak usaha, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali menyetor modal sebesar Rp1,198 triliun kepada anak usaha…

Otomotif - Industri Komponen Mobil Listrik Dipacu Dengan Pengurangan Pajak

NERACA Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan untuk mengembangkan produksi mobil listrik massal, maka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…