Menteng Heritage Bidik Pendapatan Tumbuh 12% - Danai Akuisisi Lewat IPO

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Menteng Heritage Realty berencana menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) pada 12 April 2019 mendatang. Usai IPO, Menteng Heritage menargetkan kinerja bisa semakin meningkat.

Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan investasi ini menargetkan pendapatan Rp 107,36 miliar di tahun 2019 atau naik 12% dari target 2018 yang sebesar Rp 95,88 miliar dan untuk laba bersih mencapai Rp 214 miliar dari target di akhir 2018 yang senilai Rp 21,16 miliar. “Kita optimis kinerja perusahaan tahun ini akan tumbuh seiring dengan adanya akuisisi dua perusahaan setelah IPO nanti,”kata Direktur Utama Menteng Heritage Realty, Christofer Wibisono di Jakarta, kemarin.

Pada aksi korporasi tersebut, perseroan menawarkan saham ke publik sebanyak 1,19 miliar saham atau 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Menteng Heritage Realty menetapkan kisaran harga penawaran sebesar Rp 101 hingga Rp 105 per saham yang mengindikasikan price to book value (PBV) 4 kali hingga 5 kali. Dari IPO, Menteng Heritage akan meraup dana sekitar Rp 120,36 miliar hingga Rp 125,13 miliar. Dalam IPO tersebut, Menteng Heritage menggunakan laporan keuangan kuartal III 2018.

Selanjutnya dana IPO nanti, akan digunakan sebesar 49,55% untuk mengakuisisi PT Global Samudra Nusantara. Kemudian sebesar 25,57% akan dipakai untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bakti dan sebesar 19,98% untuk peningkatan modal ke PT Wijaya Wisesa Development. Soal rencana akuisisi perusahaan pelayaran yakni PT Global Samudra Nusantara (GSN) tersebut, Christ menjelaskan, tujuannya untuk investasi di masa depan. "Kami yakin kinerja perusahaan itu akan bagus dalam satu tahun ke depan. Sehingga di tahun depan bisa berkontribusi untuk setahun penuh sebesar Rp 7,2 miliar," paparnya.

Dia menambahkan, alasan lain dari rencana akuisisi itu adalah Menteng Heritage Realty bakal berekspansi ke Kalimantan. "Dari akuisisi ini kami akan dapat kilen baru yang memang milik GSN untuk usaha di sana. Bisa saja kami akan bangun hotel atau buka jalur layanan destinasi wisata ke sana," ujarnya.

Sementara soal rencana akuisisi PT Wijaya Wisesa Bakti, Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusly menjelaskan, ini merupakan salah satu strategi dari Menteng Heritage Realty membidik pasar menengah ke atas. "Jadi perusahaan tak hanya fokus pada hotel bintang lima saja tapi mencoba juga untuk kembangkan hotel bintang tiga yang merupakan unit bisnis Wijaya Wisesa Bakti,"jelasnya.

BERITA TERKAIT

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal… NERACA Jakarta - Sejumlah pengamat meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…