Ratu Prabu Enegi Rencanakan Rights Issue

Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin perseroan mengungkapkan, aksi korporasi tersebut akan meminta persetujuan dari pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 7 Mei 2019.

Kata Direktur Utama Ratu Prabu Energi, B. Bur Maras, ada dua agenda RUPSLB yang bakal digelar nanti. Pertama, persetujuan penambahan modal dengan HMETD atau rights issue. Kedua, persetujuan transaksi pengambilan 3 aset tanah milik Derek Prabu Maras dan Bur Maras oleh ARTI dalam rangka HMETD.

Sebelumnya, pada tahun lalu ARTI sempat menyatakan rencana melakukan reverse stock. Namun, rencana tersebut ditolak oleh Bursa Efek Indonesia. Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Nyoman Yetna menyampaikan, pihaknya tidak merestui rencana ARTI tersebut dengan alasan fundamental perusahaan yang dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan penggabungan nilai saham.”ARTI kami sudah mengirimkan surat penolakan, karena ada beberapa hal salah satunya fundamental," katanya.

Dia menjelaskan, ditolaknya rencana ARTI murni disebabkan karena fundamental, rencana ke depan, serta upaya penyelamatan yang setelah dianalisa oleh otoritas pasar modal tidak sesuai.”ARTI kita lihat parameter yang umum, fundamentalnya mendukung tidak. Kita juga lihat pegerakan harga saham, tidak proven juga harganya kita istilahkan bukan tolak ya tapi kita minta untuk tidak dilakukan dalam periode ini untuk mereka bisa proven lagi kedepannya," jelasnya.

Ratu Prabu juga sempat membuat heboh seiring dengan rencana perusahaan mengembangkan proyek LRT di Jabodetabek dan Banten. Pembangunan itu mencakup tiga tahap jalur sepanjang 485 km dengan total investasi Rp415 triliun.

BERITA TERKAIT

Menkeu dan Ditjen Pajak Beri Award Ke Adaro Energy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyerahkan penghargaan kepada Head of Tax Division PT Adaro…

Bank Jateng Terbitkan NCD Rp 1,6 Triliun

Dalam rangka perkuat struktur permodalan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menghimpun dana nonkonvensional lewat penerbitan sertifikat deposito…

Bhuwanatala Indah Merugi Rp 12,25 Miliar

Emiten properti, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) mencatat penurunan rugi bersih di kuartal tiga yang diatribusikan ke pemilik entitas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kembangkan Ekspansi Bisnis - Panca Budi Idaman Perkuat Modal Anak Usaha

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan bisnis dan juga pengembangan usaha, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menambah modal anak usaha…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Citra Putra Fokus Kembangkan Bisnis Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Kenaikan anggaran kesehatan dalam APBN 2020 dan juga kenaikan iuran BPJS Kesehatan memberikan sentimen positif terhadap kinerja…

Audiensi Dengan Wakil Presiden - IPEMI Siap Dukung Masterplan Ekonomi Syariah

NERACA Jakarta – Memacu pertumbuhan ekonomi syariah yang menjadi perhatian pemerintah dengan terus mengembangkan berbagai basis industri syariah, termasuk mengarap…