Kenaikkan Uang Muka Kredit Cuma Temporer - Kebijakan BI

NERACA

Jakarta--- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengungkapkan perseoran selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Namun demikian aturan baru Bank Indonesia terkait kenaikkan DP kemungkinan bisa mempengaruhi sementara target pertumbuhan KPR dan KKB.

Industri EVP Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S Nasution mengakui, ketentuan tersebut bisa mempengaruhi dan sekaligus mengoreksi pertumbuhan KPR dan KKB selama periode tertentu. “Namun pada saatnya pertumbuhan KPR dan KKB akan kembali normal,” ujarnya.

Mansyur menambahkan ketentuan LTV dan uang muka yang diterapkan selama ini bervariasi, tergantung tingkat risiko. Jika bank menilai kredit tersebut memiliki risiko relatif tinggi, maka LTV-nya relatif rendah atau mengenakan uang muka relatif tinggi. “Kami memahami dan tentu akan memenuhi ketentuan BI tersebut,” tambahnya

Sementara, Direktur Bisnis Bank Saudara Denny N Mahmuradi mengatakan, meskipun portofolio KPR dan KKB di perusahaannya masih sedikit, aturan ini tetap akan berpengaruh. Namun, dia pun meyakini pengaruhnya hanya dalam jangka pendek. “Jangka pendek mungkin turun tapi aturan ini bukan menghambat, minat mungkin menurun.Tapi, karena ini kebutuhan primer, dia akan tetap naik,” kata Denny.

Managing Director Bank OCBC NISP Rudy N Hamdani pun yakin dampak aturan mengenai uang muka hanya jangka pendek. “Target segmen kita kan memang middle up, hampir 90 persen, jadi no problem. Mungkin ada impact tapi mungkin jangka pendek,”ujarnya.

Sementara, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IMAI) Yohannes Nangoi mengatakan, kenaikan uang muka kendaraan hanya akan berdampak sementara.Karena itu, penjualan tidak akan banyak terpengaruh. “Memang akan memengaruhi penjualan, tapi itu hanya terjadi sementara di awalnya saja,”ujarnya.

Dia pun menilai, ada sisi positif dari kenaikan uang muka, seperti melindungi lembaga pembiayaan serta mencegah terjadinya spekulasi.“ Kita kan banyak mendengar orang beli kendaraan lalu ditarik kembali karena ada masalah kredit. Jadi, menurut saya, kenaikan DP sebenarnya tujuannya baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo memberikan respon positif terkait aturan BI itu. Alasanya aturan tersebut penting adanya untuk menciptakan pinjaman pembelian kendaraan bermotor yang baik. "Kita sambut baik karena itu sebagai bentuk pinjaman untuk pembelian kendaraan bermotor, baik itu mobil atau sepeda motor tentu harus dijaga prinsip yang sehat, dan mengatur tentang LTV sehingga ada down payment sampai dengan 30%,” paparnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengaku kebijakan BI semata-mata ingin menguatkan industri perbankan nasional. “Itu adalah satu kebijakan untuk menjaga industri yang sehat," ungkapnya. **cahyo

Related posts