BCA Akui Terlindungi Dari Resiko - DP Dinaikkan

NERACA

Jakarta---Kebijakan Bank Indonesia menaikkan DP kredit kendaraan roda dua minimal menjadi 25% dan mobil 30% justru membuat kondisi bank menjadi lebih terlindungi. "Saya setuju DP demikian, jadi benar-benar bank lebih terproteksi atas risiko," kata Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja di Jakarta,19/3

Menurut Jahja, aturan besaran uang muka (down payment/DP) akan membuat kredit konsumsi sedikit terkoreksi. Namun, secara kualitas, kredit akan semakin baik. Intinya, bank menjadi semakin lebih terproteksi atas risiko.

Jahja mendukung kebijakan untuk meningkatkan kehati-hatian. Selama ini, BCA menetapkan DP sebesar 20%, baik untuk kredit kendaraan bermotor maupun kredit pemilikan rumah (KPR). "Untuk DP KPR menjadi 30% akan lebih prudent," ujarnya.

Aturan tersebut juga disambut baik karena dinilai akan semakin meningkatkan kehatihatian perbankan. Di sisi lain, industri automotif memperkirakan dampak aturan baru soal uang muka itu terhadap penjualan tidak akan besar. “Kami menyambut baik ketentuan ini,"tegasnya

Seperti diketahui, BI mengatur kenaikan uang muka untuk kredit kendaraan roda dua minimal menjadi 25% dan mobil 30%. Sementara itu, untuk kredit kendaraan bersifat produktif sebesar 20%.

Untuk KPR, besaran loan to value (LTV) yang diatur maksimal 70%. Rasio LTV, yakni angka rasio antara nilai kredit yang dapat diberikan oleh bank terhadap nilai agunan pada saat awal pemberian kredit.

Seperti diketahui, upaya pengetatan KPR dan KKB dilakukan dengan mengatur besaran loan to value (LTV) KPR dan uang muka (down payment/ DP) kredit kendaraan bermotor. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia No 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012.BI memberikan masa transisi untuk ketentuan itu selama tiga bulan. Dalam aturan tersebut dijelaskan, LTV paling tinggi 70% untuk KPR dengan kriteria tipe bangunan di atas 70 meter persegi. **cahyo

Related posts