PRODUK UKM TERKENDALA MODAL DAN PEMASARAN

Perajin menyelesaikan proses pengecatan guci hias berbahan baku semen di salah satu tempat produk kerajinan usaha kecil menengah (UKM) Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meuereubo, Aceh Barat, Aceh, Kamis (21/3). Berbagai kerajinan hasil olahannya seperti piring hias, guci hias, celengan, kursi dan meja teras hias, tempat payung hias, pot bunga dan boneka souvenir tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu sampai Rp1,5 juta per unit, namun hingga saat perajin mengaku kesulitan untuk meningkatkan produksinya akibat terkendala modal dan pemasaran. NERACA/Antarafoto/Syifa Yulinnas/pras

BERITA TERKAIT

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

RATAS ANGGARAN DAN PAGU INDIKATIF 2020

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) dan Menkopolhukam Wiranto (kiri) bersiap mengikuti rapat terbatas…

ARMADA TAKSI BLUEBIRD BERTENAGA LISTRIK

kiri ke kanan. Direktur Bluebird Group Holding Sigit Priawan Djokosoetono, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Presiden Direktur Blue Bird…

Hasanah Earth Day 2019

kiri ke kanan. Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, Perwakilan…