Kota Pintar Harus Berikan Layanan Cepat, Akurat dan Murah

NERACA

Tangerang - Program "smart city" atau kota pintar yang sedang didorong pemerintah untuk dapat diterapkan di berbagai kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan murah kepada setiap warganya.

"Pemerintahnya juga harus berubah, sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, akurat, murah dan tidak berbelit-belit," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan dalam acara Asia Mayor Forum "Future Cities: Shifting Toward 4.0 Mega Trends" di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (21/3).

Menurut Samuel Pangerapan, dalam rangka melakukan transformasi atau perubahan tersebut, maka membangun konektivitas internet yang mumpuni adala suatu keharusan. Pemerintah melalui Kemenkominfo ingin agar kecepatan internet dapat sama cepatnya di seluruh Nusantara. Untuk itu, ujar dia, pemerintah juga mulai masuk membangun infrastruktur yang dahulunya biasanya hanya dilakukan pembangunannya oleh pihak provider telekomunikasi.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyelesaikan pembangunan Palapa Ring Paket Barat dan Tengah, dan dalam waktu dekat Palapa Ring Paket Timur juga akan diselesaikan dan dikomersialisasikan oleh pemerintah.

“Saat ini 97 persen populasi Indonesia sudah bisa mengakses layanan 4G LTE. Dengan selesainya pembangunan Palapa Ring diharapkan dapat mempercepat konektivitas broadband di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terdepan terluar dan terpencil yang selama ini belum menikmati layanan broadband,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) , Merza Fachys, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/2).

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau propinsi dan seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. Merza menjelaskan, operator enggan membangun jaringan di daerah 3T dikarenakan mahalnya pembangunan backbone fiber optic. Padahal backbone fiber optic adalah syarat mutlak untuk mendukung layanan broadband 4G LTE.

"Dengan selesainya Palapa Ring Pekat Barat dan Tengah, yang nanti disusul dengan Paket Timur, tentu akan membantu operator telekomunikasi untuk membangun di daerah-daetah yang selama ini engan digarap oleh operator. Kami operator yang tergabung dalam ATSI dapat dengan mudah dan cepat melakukan pembangunan di daerah yang selama ini belum terjangkau broadband," ujar Merza.

BERITA TERKAIT

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim akan mengevaluasi pokja…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

Fokus Kembangkan Layanan - Traveloka Bantah BEI Soal Rencana IPO

NERACA Jakarta – Kabar rencana Traveloka bakal go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) direspon positif pelaku pasar. Apalagi, saat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementerian Ragu Gunakan Anggaran, Alihkan Saja ke PUPR

NERACABogor - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalihkan anggaran kementerian, yang masih ragu ke Kementerian Pekerjaan Umum…

Defisit APBN Capai Rp102 Triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63…

Pemerintah Bakal Naikkan Iuran - Tekan Defisit BPJS Kesehatan

      NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tengah mengkaji kenaikan iuran…