BI Tahan Suku Bunga Acuan

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 6%, dengan suku bunga deposit facility sebesar 5,25% dan suku bunga lending facility sebesar 6,75%. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

“Bank Indonesia (BI) terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas dalam mendorong pembiayaan perbankan,” ujar Perry, di Jakarta, Kamis (21/3). Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa ke depan, Bank Sentral akan menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka memperluas pembiayaan ekonomi. Koordinasi dengan pemerintah dan otoritas juga terus ditingkatkan. “Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait juga terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan,” ucap Perry.

Langkah BI untuk mempertahankan suku bunga sudah diprediksi oleh banyak kalangan. Seperti Ekonom BNI Ryan Kiryanto, yang memprediksi suku bunga ditahan. Ia mengatakan leputusan BI patut diapresiasi karena dinilai tepat dan strategis sebagai langkah antisipasi menghadapi problem Current Account Deficit (CAD) yang sempat melebar mendekati 3% terhadap PDB (2018). “Keputusan itu juga taktis karena dimaksudkan untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama Tiongkok, AS dan Uni Eropa,” jelasnya.

Ia mengibaratkan sebuah permainan sepakbola, langkah BI memperkuat pertahanan domestik dari tekanan eksternal merupakan langkah yang cerdas sebelum tekanan eksternal yang semakin kuat dan besar. “Benteng pertahanan diperkuat dulu melalui jalur suku bunga kebijakan atau BI 7DRRR. Tak hanya itu saja, disamping memperkuat pertahanan melalui jalur suku bunga, RDG BI juga menyusun kekuatan tambahan melalui kebijakan-kebijakan lain yang akomodatif seperti operasi moneter untuk memperkuat likuiditas, kebijakan makroprudensial dengan menaikkan RIM 80-92% menjadi 84-94% dan pendalaman pasar keuangan dengan market conduct dan beleid instrumen derivatif suku bunga.

Dapat dipastikan kalangan perbankan, kata dia, dunia usaha dan pelaku pasar modal merespon positif keputusan RDG BI tersebut karena arah kebijakan BI makin jelas, yakni market and investor friendly. “Perbankan tidak akan tergoda menaikkan suku bunga (simpanan dan kredit), permintaan kredit meningkat lantaran dunia usaha makin ekspansif dan investor asing bergairah masuk ke pasar keuangan domestik. Pada pokoknya, suasana kebatinan atas keputusan RDG BI tersebut sudah selaras dengan suasana kebatinan global dimana bank-bank sentral di dunia pun cenderung menahan suku bunga acuannya. Bbrp bank sentral sot BOJ dan ECB malah mematok suku bunga acuan negatif untuk menstimulasi perekonomiannya yg kontraksi,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Rugi Membengkak 10,7% - Indah Prakasa Sentosa Tahan Bagi Dividen

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) memutuskan untuk tidak membagikan…

The Fed Prediksi Tak Ada Kenaikan Suku Bunga

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau The Fed kemungkinan akan membiarkan suku bunga tidak berubah…

Suku Bunga dan Struktur Ekonomi Masalah Disektor Keuangan

    NERACA   Jakarta - Direktur Riset CORE Indonesia Piter A Redjalam menyebutkan ada dua masalah utama sektor keuangan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…