Gubernur Minta Kualitas Karet Sumsel Ditingkatkan

Gubernur Minta Kualitas Karet Sumsel Ditingkatkan

NERACA

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta kepada petani dan unsur terkait lainnya untuk meningkatkan kualitas karet agar nilai jualnya lebih tinggi.

"Selama ini mutu karet yang dihasilkan petani banyak yang kurang baik sehingga harga jualnya rendah," kata Gubernur di Palembang, dikutip dari Antara, kemarin.

Perbaikan kualitas getah karet tersebut memang dimulai dengan proses pembekuan yang harus menggunakan asam semut fungsinya untuk menekan kadar air. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta dari semua pihak untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak lagi menggunakan cuka para dan tawas atau cairan pembeku getah. Namun, lanjut Gubernur, gunakan rekomendasi dari pemerintah yakni menggunakan asam semut.

Dia mengakui harga karet dipengaruhi pasar dunia, sehingga Pemerintah Provinsi Sumsel akan membuat suatu formula yang diharapkan dapat menjawab keluhan petani karet selama ini.

Selain harus ada peningkatan kualitas dan mutu, juga harus dilakukan pemangkasan birokrasi produksi hingga karet masuk ke pabrik, katanya. Dia mengatakan dalam waktu dekat akan dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerapan Tata Niaga Karet dan pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) bertujuan sebagai sarana bagi petani untuk meningkatkan mutu karetnya."Nanti para UPPB ini akan kita lantik, sehingga dapat menjalankan perannya melakukan pembinaan pada masyarakat sebagaimana dahulu ada PPL," kata dia.

Selain itu para petani karet di Sumsel diupayakan dapat meningkatkan produksi getahnya melalui subsidi pupuk, dan subsidi asam semut. Tetapi, yang lebih peting lagi pihaknya akan mengupayakan agar petani memiliki alat ukur kadar air. Jadi ke depan jangan ada lagi petani karet yang justru melakukan tindakan curang dengan memasukan tatal kayu, sandal atau malah getahnya direndam.

Dia mengatakan tindakan itu justru akan merugikan petani sendiri, sebab pabrik tidak akan mau membeli dengan harga tinggi. Jika petani tidak memerhatikan mutu dan kualitas getah. Gubernur mengatakan ke depan tidak ada lagi petani karet di Sumsel yang menganggap pemerintah daerah tidak melakukan upaya dalam meningkatkan harga getah karet rakyat. Ant

BERITA TERKAIT

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendampingi Provinsi Sumsel…

Tingkatkan Kualitas SDM - Antam Fasilitasi Warga Sangau Ujian Paket C

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, PT Aneka Tambang Tbk unit Bisnis Pertambangan-Bauksit Tayan memfasilitasi 13 warga Kecamatan Tayan dan…

Komponen Pendukung dan TKDN AMMDes akan Ditingkatkan

NERACA Jakarta – Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, dalam upaya perluasan pemanfaatan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru NERACA Bandung - Provinsi Jawa Barat (Jabar) lewat agenda persetujuan bersama DPRD dan Pemprov…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim akan mengevaluasi pokja…