Penyerapan Garam Lokal Perlu Difasilitasi

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku siap memfasilitasi penyerapan sisa stok garam rakyat 2011 sebesar 234 ribu ton yang masih berada di masyarakat atau pengumpul agar dapat dibeli oleh perusahaan produsen. Dari hasil verifikasi Tim Swasembada Garam Nasional, terdapat stok garam di masyarakat dan pengumpul kurang lebih 234 ribu ton, khususnya di tujuh sentra garam sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan garam nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menjelaskan, pihaknya terus mendorong penyerapan garam lokal oleh perusahan garam dalam negeri. Hal ini, lanjutnya, merupakan bagian dari langkah KKP memacu produksi garam rakyat melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yang dilaksanakan di 40 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Seperti diketahui, pada tahun 2010 lalu, produksi garam nasional hanya tercatat sebesar 30 ribu ton, kemudian pada 2011 KKP membuat program PUGAR yang berhasil meningkatkan produksi garam sebesar 880.000 ton dari 1,1 juta ton.

Pada 2012 ini, KKP menargetkan produksi garam konsumsi sebesar 1,3 juta ton garam rakyat melalui dukungan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Non BLM sebesar Rp 107,6 miliar di atas lahan seluas 16.500 hektare (ha) yang melibatkan 29.000 petambak garam. “Jika produksi ini tercapai, maka diharapkan garam ini menjadi bahan baku garam konsumsi tahun 2013, sehingga tahun depan tidak perlu lagi impor garam konsumsi,” ungkap Cicip dalam keterangan pers, Minggu.

Lebih lanjut Cicip mengungkapkan, sebelum program PUGAR dimulai tahun 2011, harga garam di petambak berkisar Rp 150 – Rp 300 per kilogram. Sementara itu, pada minggu lalu hasil observasi lapang Tim Swasembada Garam Nasional menunjukkan harga meningkat menjadi Rp 450 – Rp 700 per kilogram. “Ini bukti nyata bahwa intervensi pemerintah secara terbatas terhadap mekanisme pasar memberikan manfaat yang positif bagi petambak garam,” jelasnya.

Menurut pemilik Ario Bimo Grup, KKP juga menaruh perhatian terhadap masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan skala mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga KKP mengembangkan Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Oleh sebab itu Cicip menyerahkan bantuan BLM kepada masyarakat dengan total bantuan sebesar Rp 39,3 miliar. Bantuan tersebut, diantaranya berupa BLM program PUGAR untuk Kabupaten Sumenep, Bangkalan, Pamekasan dan Sampang sebesar Rp 22,2 miliar.

Tak hanya itu, KKP juga memberikan bantuan berupa fasilitas Sarana Air Bersih sebanyak 3 unit senilai Rp3,08 miliar, bantuan pelatihan untuk para petambak garam dan bea siswa bagi anak para petambak garam sebesar Rp 7,32 miliar, serta memberikan sebanyak 1.558 Kartu Nelayan. Pulau Madura merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia. “Oleh karena itu, tidak dipungkiri bahwa Madura dapat mensuplai hampir 50% kebutuhan garam nasional, bahkan dulu pernah mencapai 70%,” pungkasnya. **Munib

Related posts