MYOH Bukukan Pendapatan US$ 241,1 Juta

NERACA

Jakarta - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar US$ 241,1 juta naik 28,2% dari tahun sebelumnya US$ 188,07 juta. Sementara laba tahun berjalan perusahaan penyedia jasa pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia, sebesar US$ 30,93 juta naik sekitar 151,3% ketimbang pada tahun 2017 sebesar US$ 12,31 juta.

Ahmad Zaki Natsir, Investor Relations Manager PT Samindo Resources Tbk menyampaikan manajemen MYOH secara berkala terus berusaha meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas segenap perusahaan. "Berbagai pelatihan dan sertifikasi telah dilakukan oleh perusahaan setiap tahunnya," katanya di Jakarta, kemarin.

Dari sisi biaya non operasional, MYOH juga melakukan beberapa efisiensi. Beban umum dan administrasi tercatat turun 8.9% ketimbang tahun 2017. “Manajemen MYOH selalu menekankan kepada segenap entitas perseroan agar selalu profesional dan berusaha untuk selalu meningkatkan kapabilitas masing-masing individu secara berkelanjutan, hal tersebut terbukti berhasil mendongkrak profitabilitas Perseroan sepanjang tahun 2018,”ujar Ahmad Zaki.

Disampaikannya, dari sisi profitabilitas, seluruh komponen mencatat kenaikan yang positif. Pendorong utama kenaikan profitabilitas MYOH didukung adanya efisiensi yang telah digalakkan sejak awal 2018. Manajemen mendorong seluruh aktivitas, terutama operasional dapat dilakukan secara efektif. Hal dimaksudnya agar biaya-biaya yang muncul akibat dari inefisiensi dapat ditekan.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan volume pengupasan lapisan penutup (overburden/ OB) 58 juta bank cubic meter (bcm) dan produksi batu bara 10,8 juta ton. ton. Volume itu meningkat sedikit dari estimasi realisasi 2018 masing-masing sebesar 55 juta bcm dan 10,4 juta ton.”Faktor pendorong pada 2019 adalah karena aktivitas MYOH lebih banyak difokuskan di pit dengan stripping ratio tinggi,”kata Ahmad Zaki Natsir.

Pada tahun ini, lanjutnya, sejumlah faktor menentukan kinerja perseroan seperti cuaca yang akomodatif dan harga batu bara yang memengaruhi kinerja perusahaan produsen batu bara. Untuk produksi batu bara, Zaki menyampaikan perseroan memprediksi capaian tahun lalu akan sebesar 10,3 juta ton atau meningkat 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi sedikit di bawah rencana awal perseroan yang sebesar 10,4 juta ton.

BERITA TERKAIT

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Garuda Indonesia Raup Untung US$ 20,48 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2019, PT Garuda Indonesia Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta. Bila dibandingkan…

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…