Muluskan Restrukturisasi, Kapal BLTA Batal Disita - Keputusan Pengadilan Amerika

Neraca

Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) terus memperpanjang catatan buruknya sebagai perusahaan jasa angkutan laut. Pasalnya, selain rating perusahaannya yang turun menjadi D juga soal hukum yang berujung menyita kapal perusahaan. Untung saja, berkat mengajukan permohonan rencana tersebut batal dilakukan.

Presiden Direktur BLTA Widihardja Tanudjaja mengatakan, berkat pengajuan di pengadilan Amerika Serikat, maka kapal milik anak usaha batal disita sesuai dengan putusan pengadilan tinggi Singapura. "Sementara grup bekerja sama dengan para kreditur untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi,"kata Widihardja Tanudjaja dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Selain itu, anak-anak usaha BLTA itu juga mengajukan permohonan ke pengadilan Amerika Serikat (AS) untuk pengakuan putusan Singapura tersebut. Hal ini merupakan strategi perseroan. Maka dengan dukungan dari para kreditur bank-bank utama perseroan, permohonan di AS telah berhasil memperoleh putusan interim yang melarang penahanan kapal-kapal mlik perseroan di AS. "Harus ditekankan tidak ada perusahaan yang telah mengajukan kebangkrutan atas perseroan di AS atau di tempat lain. Permohonan ke AS diajukan oleh perseroan dalam rangka mendukung putusan Singapura," jelas dia.

Dia menuturkan, dengan penundaan penyitaan kapal milik anak usaha akan mendukung proses restrukturisasi perseroan agar dapat berjalan dengan cepat dan efektif. Sebelumnya, BLTA telah mendapatkan surat keputusan pengadilan dari pengadilan tinggi Singapura untuk melindungi kapal-kapal perseroan dari penahanan untuk memastikan komitmennya tanpa halangan.

Tindakan perseroan ini merupakan perlindungan dan jaminan tambahan bagi pelanggan BLTA untuk memastikan, kargo milik pelanggan akan dapat diantar dengan aman dan tepat waktu oleh semua kapal BLTA.

Selain itu, perseroan juga memastikan kegiatan operasional masih berjalan secara normal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya yang dilakukan sejalan dengna proses restruktrisasi.

Pengajuan putusan pengadilan ini didukung oleh sebagian besar kreditur perbankan perseroan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan penahanan lebih lanjut atas kapal-kapal PT Berlian Laju Tanker Tbk oleh sebagian kecil kreditur.

Putusan pengadilan ini diberikan untuk menghindari kreditur yang mencoba untuk mencampuri usaha BLT dan kapal-kapalnya dan supaya tidak dapat lagi melakukan penahanan kapal. Putusan berdasarkan ketentuan 210(10) dari peraturan perusahaan Singapura ini akan menghentikan sementara proses hukum yang telah diambil oleh sebagian kecil kreditur terhadap PT Berlian Laju Tanker Tbk. Putusan yang berlaku untuk perlindungan selama 3 bulan tersebut dimaksudkan untuk memberikan stabilitas terhadap operasinal Perseroan dan memberikan waktu bagi Perseroan untuk melakukan restruktrisasi sementara memberikan perlindungan terhadap pelanggannya. (bani)

Related posts