Kapan Anak Perlu Ikut Bimbel?

Menghadapi anak dengan banyak tugas sekolah, tak jarang membuat orangtua menjadi bingung. Bingung bagaimana menjelaskan pelajaran anak yang berbeda era dan bingung bagaimana cara terbaik membantunya. Kerap menjadi kesalahan, orangtua justru menyelesaikan PR anak. Padahal ini bukan solusi pintas tepat. Selain membuat anak menjadi ketergantungan, cara ini juga membuat anak tidak mandiri dan tidak percaya diri.

Lantas, muncul solusi yang ditawarkan salah satunya yang ditawarkan lama resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud adalah dengan menyertakan pada bimbingan belajar atau bimbel. Bukan untuk melepaskan tanggung jawab sebagai orangtua dalam mendampingi anak belajar namun justru untuk membantu mengatasi persoalan dihadapi anak dan keterbatasan sebagai orangtua.

Lalu, muncul pertanyaan yaitu kapan anak membutuhkan bimbel? Ada 3 indikator yang dapat membantu orangtua dalam memutuskan:

1. Anak alami kesulitan belajar

Kesulitan belajar bisa ditandai dengan nilai harian anak cenderung menurun. Penting bagi orangtua mengecek buku tulis anak setiap hari guna memantau perkembangan belajar. Bisa juga dengan melakukan tanya jawab bersama anak. Anak bisa membaca terlebih dahulu buku catatan miliknya kemudian orangtua mengajukan satu atau dua pertanyaan sesuai dengan materi.

Jika anak bisa menjawab dengan lancar maka tak ada masalah dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun jika tidak mampu menjawab tepat, maka bisa jadi anak mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Oleh karena itu orangtua perlu mempertimbangkan, apakah mereka perlu mengikuti pelajaran tambahan di bimbingan belajar.

2. Tingkat pemahaman anak menurun

Melakukan tanya jawab dengan anak juga dapat menjadi tolak ukur mengetahui tingkat pemahaman anak terhadap mata pelajaran tertentu. Orangtua juga bisa memberi soal sederhana untuk menguji tingkat pemahaman. Misalnya, untuk pelajaran matematika orangtua bisa membuat soal yang sama dengan contoh soal yang ada di buku catatan anak hanya saja diganti dengan angka berbeda.

Jika anak dapat menyelesaikan soal maka berarti anak bisa memahami dan menguasai materi tersebut. Namun mereka bila terlihat bingung serta kesulitan menjawab, artinya pemahamannya pada materi tersebut masih kurang. Hal ini bisa kita jadikan penentu dalam memasukkan anak di bimbingan belajar.

3. Ketidakmampuan orang tua mengikuti materi

Kurikulum sekolah yang terus berkembang tak jarang membuat orangtua terkendala dalam membimbing anak belajar di rumah. Tak sedikit pula merasa kesulitan menyampaikan materi pelajaran yang mudah dipahami anak saat menemani mereka belajar.

”Pelajaran sekarang susah. Tak seperti zaman saya sekolah dulu.” Hal tersebut sering muncul sebagai kendala dalam mendampingi anak belajar. Saat orangtua merasa kurang mampu mebantu anak kita dalam belajar di rumah, maka tak ada salahnya mengajak anak ikut bimbingan belajar.

BERITA TERKAIT

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Dukung Program Penghapusan Stunting - Indocement Beri Makanan Tambahan Anak Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga dukungan kepada pemerintah dalam menghapus stunting atau gizi buruk, manajemen industri…

Berkah Permintaan Listrik Meningkat - Dividen Cikarang Listrindo Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memutuskan untuk membagikan dividen…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…