Ajang MotoGP: Manfaat Bagi Pariwisata Dan Olahraga

Presiden Jokowi menyebut ajang balap motor bergengsi MotoGP akan membawa dua kemanfaatan bagi Indonesia dari sisi olahraga dan pariwisata. "Kita akan dapat dua kemanfaatan selain olahraga, pariwisata kita juga akan secara brand akan terangkat. Dan Mandalika mendapatkan karena investasi ini," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima CEO Dorna Sport SL, ITDC, dan beberapa pembalap MotoGP di Istana Kepresidenan Bogor.

Pada kesempatan itu, Presiden yang didampingi Menpora Imam Nahrawi bertemu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta dan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer serta sejumlah pembalap.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengaku mendapatkan apresiasi terkait "street circuit" di Mandalika dari CEO Dorna Carmelo. "Dan tadi Mr Carmelo menyampaikan bahwa ini adalah 'street circuit' yang katanya sangat indah sekali, mepet dengan pantai. Pantainya indah dan sirkuitnya mepet dengan pantai," katanya.

Hal itulah yang menurut Presiden, akan sangat menguntungkan baik dari sisi olahraga maupun pariwisata bagi Indonesia.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden mengaku banyak membahas berbagai hal yang dibutuhkan sebagai sarana pendukung pelaksanaan MotoGP. Setelah itu, Presiden menambahkan akan menindaklanjuti dengan segera. "Ini tadi baru saja saya bertanya, apa saja yang dibutuhkan. Baru ini tadi. Yang dibutuhkan apa? Oh ini pak. Ini-ini. Ok. Nanti akan saya rapatkan baru kita tindak lanjut. Karena sebenarnya infrastruktur juga kita butuhkan untuk diri kita sendiri. Ini hanya digeser ke arah pengembangan Mandalika karena memang Mandalika sudah kita putuskan sebagai 1 dari 10 destinasi wisata Indonesia selain Bali," katanya.

Presiden Jokowi memastikan Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah MotoGP berkaca dari pelaksanaan Asian Games 2018 yang sukses. "Siap. Asian Games yang mendatangkan 35.000 atlet saja kita siap mengorganisasi kok. Kita harus optimis, harus optimis," katanya.

Soal perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung, Presiden Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada ITDC. "Ya, ini kita kan punya nanti di Qatar ada Moto 2 yang diikuti dari kita, ada Dimas Edi juga. Tapi, ada juga ini Mario untuk Moto 3, ada juga. Ini saya kira ya kita memang harus berani melangkah dan menyiapkan, memang tugasnya Pak Menpora untuk kita nanti memiliki sirkuit di Mandalika," kata Presiden

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah menyambut baik pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ceo Dorna Sports Carmelo Ezpeleta di Istana Kepresidenan Bogor. "Mudah-mudahan ini semakin memacu kita untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi sebagai tuan rumah MotoGP," ujarnya di Mataram.

Ia mengatakan, terselenggaranya MotoGP di Lombok, tentu menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat NTB. Sebab NTB akan kedatangan wisatawan lebih banyak dan kesempatan kerja bagi masyarakat NTB menjadi melimpah. "Ini tentu akan kita maksimalkan nantinya," ucap Zulkieflimansyah.

Terkait persiapan NTB, Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengaku, pihaknya sudah sangat siap. Bahkan ia yakin pembangunan sirkuit jalan raya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah tersebut akan terealisasi sesuai yang direncanakan.

"Sirkuit ini bukan membangun sirkuit baru. Melainkan, jalan raya yang sudah ada di bangun, tapi digunakan sebagai arena balap. Kalaupun pembangunan hanya untuk tribun penonton. Itu saja," katanya.

Dukungan Pemkot

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan siap mendukung menyukseskan event internasional MotoGP 2021 yang akan dilaksanakan di kawasan Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. "Meskipun pelaksanaanya tidak di Mataram, tetapi sebagai ibukota provinsi kita juga harus mempersiapkan diri sebab fasilitas pendukung utama ada di Mataram," kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana di Mataram.

Ia menambahkan, terpilihnya kawasan Mandalika sebagai lokasi kegiatan bergensi tersebut menjadi sebuah kebanggan luar biasa bagi masyarakat NTB secara umum.

Kegiatan tersebut, pastinya akan memberikan dampak signifikan terhadap aspek ekonomi dan sosial di daerah ini. Pasalnya, tamu yang akan datang ke NTB dan Mataram khususnya cukup signifikan. "Karena itu untuk akomodasi seperti hotel akan kita dorong untuk meningkatkan kapasitas, termasuk peningkatan pelayanan," ujarnya.

Peningkatan pelayanan terhadap para tamu ini penting, agar kesan yang akan dibawa oleh para wisatawan dan peserta MotoGP adalah kesan yang baik agar ke depan mereka bisa kembali ke Mataram bersama keluarga, sahabat dan sanak sudara mereka.

Di sisi lain, persiapan dalam bidang infrastruktur dan transportasi juga akan dilaksanakan guna mendukung kelancaran kegiatan internasional tersebut. "Persiapan masyarakat dalam hal ini juga sangat penting, agar semua masyarakat bisa memberikan dukungan dengan menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing," katanya.

Selain itu, persiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram sebagai daerah rumah sakit rujukan juga perlu dimaksimalkan. Apalagi RSUD Mataram telah membentuk tim "Public Safety Center (PSC) 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS)".

PSC 119 MEMS dibentuk untuk memberikan pelayanan kedaruratan terutama dengan banyaknya potensi bencana di daerah ini. Apalagi, baru-baru ini NTB dilanda gempa bumi hingga 2.000an kali.

PSC 119 sebuah organisasi layanan kedarutan yang tidak berdiri sendiri melainkan merupakan jaringan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk pemadan kebakaran. "PSC 119 MEMS RSUD Mataram siap ikut serta terlibat memberikan pelayanan dalam kegiatan MotoGP 2021," ujarnya. (ant)

BERITA TERKAIT

Tindak Lanjut KPK dan Kemendes?

Warga Kabupaten Cirebon pernah melaporkan indikasi penyelewengan keuangan dana desa tahun anggaran 2015/2016 di Desa Wanasaba Kidul, Kec. Talun, Kabupaten…

Pemerintah dan DPR Diminta Ubah Ketentuan Defisit APBN

      NERACA   Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyarankan pemerintah dan DPR mengubah ketentuan…

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA MENINGKAT - BPS: NPI Februari dan Maret Alami Surplus

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami surplus US$ 0,54 miliar pada Maret 2019. Surplus ini berasal…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ada Kartel Tiket Pesawat?

KPPU tidak pernah setuju penetapan tarif batas bawah ini karena akan menutup perusahaan lain yang efisien untuk bersaing secara sehat.…

Menhub: Takkan Subsidi Tiket Pesawat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan mensubsidi tiket pesawat niaga berjadwal untuk menekan harga tiket pesawat yang selama…

Agen Sambut Baik Turunnya Harga Tiket

Sejumlah agen perjalanan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyambut gembira kebijakan Pemerintah Pusat yang telah mengeluarkan aturan baru terkait penurunan…