Pariwisata, Pencetak Devisa Cepat

Selain Tanjung Kelayang, pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kawasan yang berpotensi menjadi destinasi wisata antara lain Tanjung Gunung dan Sungailiat.

NERACA

Bank Indonesia mendorong pertumbuhan sektor pariwisata karena dinilai mampu menghasilkan devisa relatif cepat dibanding sektor sumber daya alam yang selama ini menjadi andalan Indonesia. Alasannya, kita tidak bisa bergantung pada sumber daya alam, maka harus cari sumber ekonomi baru.

Bahkan, pariwisata bisa menjadi andalan untuk mendapat pendapatan secara cepat. Berbagai upaya pun disiapkan pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata, di antaranya dengan menyiapkan "10 New Bali".

Contoh, Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta dari sektor pariwisata mengalami tren kenaikan dari Januari ke Februari 2019. Jika pada tahun 2018 terjadi penurunan dari Januari ke Februari, namun di tahun 2019 ada kenaikan dari Januari ke Februari. "Hal ini menunjukan tren positif, mengingat selama tahun 2018 PAD DKI Jakarta mengalami turun-naik," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta Pusat.

Kenaikan PAD berasal dari semua sektor komponen PAD, yaitu pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan.

Data dari Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Provinsi DKI Jakarta menunjukan, pada Januari 2019 sebesar Rp485,174 miliar masuk ke kas daerah, sementara itu pada Februari tercatat ada kenaikan sebesar 22 persen dibanding Februari 2018 menjadi Rp537,828 miliar.

Pajak restoran penyumbang paling besar di PAD bulan Februari tercatat Rp306.106.879.971, Rp164.731.468.065 dari pajak hotel dan Rp66.989.677.754 dari pajak hiburan. Dengan awal yang baik, diharapkan tren positif ini akan terus bertahan hingga akhir tahun.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta optimistis bisa terus mendorong upaya peningkatan target pendapatan PAD tahun 2019.

Edy Junaedi menegaskan berbagai upaya dilakukan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. "Dengan memberikan pelayanan informasi yang baik melalui media sosial, promosi paket pariwisata, kerja kolaborasi dengan komunitas, industri pariwisata dan Pemerintah Pusat serta penyelenggaraan event berskala besar," katanya. Diharapkan tahun 2019 sebesar 2,9 juta wisatawan mancanegara ke Jakarta dapat tercapai.

Langkah cepat pun banyak dilakukan di seluruh Indonesia. Lihat saja, Presiden Joko Widodo mengharapkan industri pariwisata di Provinsi Bangka Belitung terus diperkuat dalam meningkatkan perekonomian daerah. "Kalau di sini, kalau kita mau lestari yang diperkuat di pariwisata. Karena yang pertambangan itu suatu saat pasti akan habis," kata Presiden di Pangkalpinang.

Menurut Presiden, selain Tanjung Kelayang, pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kawasan yang berpotensi menjadi destinasi wisata antara lain Tanjung Gunung, dan Sungailiat. Presiden mengatakan pengembangan daerah wisata dapat didorong oleh investasi. "Saya kira contoh di Tanjung Kelayang kan juga mulai banyak investasi yang masuk," katanya.

Sebelumnya Kepala Negara menjelaskan bahwa destinasi wisata Tanjung Kelayang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 300 persen.

Sejumlah investor di sektor penginapan tertarik menanam usaha di KEK yang berada di Bangka Belitung seperti Sheraton di Tanjung Kelayang, Sofitel serta M Gallery. Untuk investasi yang masuk di Tanjung Kelayang bernilai sebesar Rp9 triliun. "Kita harapkan nanti di KEK yang berikutnya juga akan masuk investasi yang lain," demikian Jokowi.

Sementara Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan Tanjung Gunung di Provinsi Bangka Belitung (Babel) telah siap untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Menpar Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang, Provinsi Babel, Kamis, memastikan Tanjung Gunung siap menyusul Tanjung Kelayang untuk menjadi KEK Pariwisata.

"Sejauh ini, rata-rata investasi yang telah dilakukan mencapai 76 persen yakni Rp5 triliun. Investor yang sudah masuk yakni Sheraton, Sofitel, dan MGallery. Diharapkan, pembangunan sudah selesai pada Agustus 2019," kata Menpar.

Usai mendampingi Presiden melakukan penandatanganan Prasasti Peresmian Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan peresmian KEK Tanjung Kelayang di Bandara Depati Amir, Babel, Menpar Arief Yahya mendampingi Menko Perekonomian, Darmin Nasution, meninjau kawasan Tanjung Gunung.

Disampaikannya, kawasan Tanjung Gunung sudah siap dikembangkan sebagai KEK dan bisa mulai dioperasikan. Hal ini bisa dilihat dari kesiapan infrastrukturnya. "Hari ini, tepat 3 tahun kurang 1 hari setelah kita mendapatkan area ini. Berdasarkan aturan resmi, KEK harus sudah dioperasikan," tambah Menpar.

Lebih lanjut, Arief Yahya mengatakan bahwa dalam pengembangan kawasan Tanjung Gunung, sebaiknya dilakukan perjanjian kerjasama dengan pihak terkait untuk menghindari terjadinya aktivitas yang merugikan kawasan tersebut, misalnya aktivitas penambangan liar. Beberapa waktu lalu, PT Timah misalnya sudah menyatakan tidak akan melakukan penambangan di sini, namun hal tersebut akan dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis.

Mengenai potensi wisata, Menpar Arief Yahya menyatakan bahwa rata-rata pengeluaran wisman yang datang ke Bangka yakni 2 ribu dolar AS. Biasanya, yang datang adalah wisman yang memasuki usia pensiun. Total pengeluarannya yakni 1 miliar dolar AS pertahun.

Aokasi KEK Tanjung Gunung berada dekat Bandara Dipati Amir atau hanya sekitar tujuh kilometer. Untuk luas lokasi, kawasan KEK Tanjung Gunung direncanakan sekitar 385 hektar, sedangkan untuk KEK Sungailiat sekitar 600 hektar mencakup Pantai Rambak hingga Pantai Rebo. (ant)

BERITA TERKAIT

Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan

Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, diyakini berpengaruh positif terhadap sektor pariwisata di Provinsi Sumatera…

USIA BUKAN FAKTOR UTAMA PENENTUAN CALON MENTERI - Pengusaha Minta Reshuffle Kabinet Lebih Cepat

Jakarta-Kalangan pengusaha menilai Presiden Jokowi perlu segera melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Bahkan reshuffle tersebut harus dilakukan sebelum Jokowi kembali dilantik…

Keputusan Cepat Jokowi Kembangkan Potensi Sulut dari Atas Speedboat

Keputusan Cepat Jokowi Kembangkan Potensi Sulut dari Atas Speedboat NERACA Minahasa, Sulawesi Utara - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Kering, Meski Cianjur Memiliki Sumber Air

Kesulitan mendapatkan air pada musim kemarau bukan hal baru bagi petani di negeri ini, termasuk di Cianjur, Jawa Barat, yang…

Ini Dia, Misi Konservasi Air di Yogyakarta

Posisi Kota Yogyakarta yang diuntungkan secara topografi karena memiliki wilayah yang tidak luas, berada di dataran rendah, dan diapit tiga…

Mengatasi Kekeringan: - Dengan Upaya Terukur dan Terstruktur

Indonesia merupakan kawasan dengan anomali cuaca yang sangat unik karena pada saat yang bersamaan ada wilayah yang kekeringan, di tempat…