Ekowisata Kalimantan, Cara Pelesir Asyik di Paru-paru Dunia

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2014-2015 setidaknya 0,82 juta hektare (Ha) hutan Indonesia hilang pertahunnya akibat deforestasi, yang kebanyakan disebabkan oleh kebakaran hutan.Sementara itu, data WWF Indonesia menyatakan dari tahun 2010 hingga 2015 ada sekitar 600 ribu Ha hutan di kawasan jantung Kalimantan telah dikonversi. Saat ini, hanya 55 persen hutan asli Borneo yang tersisa.

Sebagai negara yang menghuni kawasan Borneo, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam berinisiatif untuk bekerjasama melestarikan kawasan paru-paru dunia dengan program Heart of Borneo (HoB).

Kawasan HoB mencakup sekitar 23 juta ha hutan yang terhubung secara ekologis di tiga negara tersebut. Indonesia berkontribusi nyaris 2/3-nya atau seluas 16,8 juta Ha, sedangkan Malaysia menyumbang 6,1 juta Ha, dan Brunei Darussalam seluas 409 ribu Ha.

Salah satu metode untuk mengeksplorasi tanpa mengeksploitasi kawasan HoB adalah dengan ekowisata, yakni memadukan unsur konservasi dan pengelolaan sumber daya, baik alam maupun budaya, dengan pariwisata.

CEO WWF Indonesia, Rizal Malik, menyatakan keanekaragaman hayati dan budaya di HoB memiliki potensi yang cukup besar karena kawasan tersebut merupakan rumah bagi enam persen keanekaragaman hayati dunia. "Daya tarik wisata di HoB sebagian besar masih natural, dan ini sangat diminati oleh wisatawan dunia," ujar Rizal dalam acara konfrensi pers Kampanye Visit Heart of Borneo, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (19/3).

Menurutnya HoB juga aktif mendukung operator wisata dan masyarakat lokal dalam pengembangan paket wisata berstandar ekowisata. Nantinya, ia menambahkan, paket wisata yang dijual adalah yang menawarkan pengalaman antara manusia dengan alam dan budayanya.

Ia mencontohkan pengalaman tidur di kawasan hutan, atau mengarungi sungai yang jeramnya adalah hal yang menarik untuk para wisatawan. Sementara itu Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizky Handayani, menuturkan HoB memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara lewat pariwisata perbatasan atau cross border tourism.

"Kalimantan merupakan daerah vital untuk cross border tourism, karena pariwisata ini tidak mengenal waktu mengingat akses masuknya yang lebih mudah. Kita harus perkuat area-area yang memiliki potensi cross border tourism untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujar Rizky.

Terkait kampanye ekowisata untuk HoB yang baru dimulai sekitar 10 tahun setelah inisiatif HoB tercetus di Bali tahun 2007, HoB leader WWF Iwan Wibisono menuturkan tidak ada satu pun pemerintah dari tiga negara terkait yang menyulitkan terwujudnya konsep ini.

"Kalau (ekowisata) sebagai salah satu cara kampanye memang baru dimulai tahun 2017, tapi kalau kultur ekowisatanya sendiri sudah lama banget mungkin sudah dari tahun 1990-an," ujar Iwan kepada CNNIndonesia.com. "Selama ini kalau bicara soal lingkungan selalu diidentikkan dengan kayu, sawit, tambang atau hal-hal yang sifatnya tradisional. Kami juga ingin berita yang datang dari Kalimantan itu juga yang bagus, gak melulu soal kebakaran hutan, pembalakan hutan, habitat orangutan yang berkurang. Untuk itu kami sepakat kalau ekowisata ini perlu diangkat bersama."

Iwan menuturkan untuk 'memuaskan' diri berwisata ke kawasan HoB, khususnya yang ada di kawasan Indonesia, memerlukan waktu setidaknya empat hari. Selama kurun waktu tersebut, wisatawan bisa menikmati kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Utara atau Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, ia melanjutkan, setidaknya ada dua acara yang melintasi tiga kawasan tersebut yakni The Heart of Borneo Highlands Eco Challenge dan Journey in The Heart of Borneo.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Kontribusi Manufaktur Capai 20%, RI Duduki Posisi ke-5 Dunia

NERACA Jakarta – Industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, industri manufaktur mampu memberikan kontribusi kepada…

KKP Sebut Indonesia Jadi Eksportir Tuna Terbesar Dunia

NERACA Jakarta – Di hadapan generasi milenial Universitas Sahid, Jakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa saat ini…

JANGKAUAN JARINGAN XL AXIATA DI KALIMANTAN SELATAN

Teknisi melakukan pemeliharaan perangkat yang ada di Base Transceiver Station (BTS) milik XL Axiata di Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…