Google.org Bantu Persiapan Bencana di Indonesia - Sumbangkan Dana US$ 1 Juta

Menyadari Indonesia menjadi negara rawan bencana dan bencana sendiri tidak bisa diprediksi kapan datangnya, maka kesadaran masyarakat akan potensi bencana sangat diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk meminamilisir risiko bagi masyarakat. Hal inipun dibenarkan langsung Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Menurutnya, budaya sadar bencana masyarakat Indonesia masih rendah. Padahal, budaya sadar bencana penting mengingat ancaman bencana bisa datang kapan pun di waktu yang tidak terduga. Berdasar penelitian BNPB, pengetahuan kebencanaan masyarakat Indonesia meningkat setelah peristiwa tsunami Aceh 2004, tetapi, sikap sadar bencana belum menjadi perilaku sehari-hari masyarakat. Sutopo mengatakan, hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Maka dalam rangka membangun budaya sadar akan bencana, Google.org mengumumkan pemberian hibah senilai US$1 juta kepada Yayasan Sayangi Tunas Cilik (mitra dari Save the Children) untuk membantu meningkatkan persiapan risiko dan mitigasi bencana di Indonesia. Bekerja sama dengan BNPB, proyek percontohan selama satu tahun ini akan berfokus untuk meningkatkan kesadaran dan aksi masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko tinggi dan rawan bencana.”Bencana alam bisa membuat jutaan orang menjadi rentan dan keadaan ini bisa sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak,” ucap Jacquelline Fuller, Presiden Google.org dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, Google.org senang bisa mendukung Yayasan Sayangi Tunas Cilik dalam upaya penting mereka untuk semakin meningkatkan persiapan bencana di Indonesia. Melalui program ini, bersama-sama dengan relawan Google, ingin bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi lokal serta organisasi akar rumput lainnya untuk membangun kota dan masyarakat yang lebih tahan bencana.

Dengan pengumuman hibah tersebut, Google.org telah melakukan investasi di Indonesia senilai lebih dari US$8 juta sejak tahun 2015. Hibah-hibah sebelumnya difokuskan untuk membantu meningkatkan area-area penting lainnya seperti literasi digital dan keamanan saat online. Sementara Yayasan Sayangi Tunas Cilik memiliki peran penting dalam memberdayakan masyarakat untuk lebih awarnes terhadap bencana. Tengok saja, setelah bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi tahun 2018 lalu, Yayasan Tunas Cilik telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan darurat anak-anak korban bencana, memberikan pertolongan pertama psikologis kepada korban bencana dan mempertemukan mereka kembali dengan anggota keluarganya, mendistribusikan alat bantu penyelamatan, membangun tenda-tenda sekolah darurat agar mereka dapat terus belajar, dan memastikan mereka—baik anak laki-laki maupun perempuan—tetap aman dengan menyediakan ruang ramah anak.

Melalui hibah dari Google.org ini, Yayasan Sayangi Tunas Cilik akan melakukan kampanye dan aksi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran nasional—menggunakan platform online dan offline—guna memastikan gedung-gedung sekolah dalam keadaan aman, dan anak-anak serta masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi situasi darurat. Program ini diperkirakan dapat menjangkau lebih dari lima ratus ribu penduduk, yang sepertiganya adalah anak-anak.”Seiring waktu, kami berharap bisa bermitra dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memperluas program ini ke lebih banyak provinsi dan jutaan anak di seluruh Indonesia,” ucap Selina Sumbung, Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik.

Tujuan Yayasan Sayangi Tunas Cilik, lanjut Selina adalah mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk merencanakan dan bersiap menghadapi situasi darurat, serta mengurangi jumlah korban dan anak-anak yang terdampak bencana alam, yang jumlahnya sering kali mencapai ribuan setiap tahunnya.

BERITA TERKAIT

KERJASMA BNI - VAMOS INDONESIA

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (tengah), Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kedua kanan) dan Founder Yayasan Vamos Indonesia Fanny…

Payoneer Dukung UMKM di Indonesia dan Dunia

Hadirnya financial technology (fintech) memberikan banyak peluang bagi bisnis untuk berkembang secara global karena adanya kemudahan, seperti transaksi lintas negara…

Indonesia Eximbank Kerjasama Pembiayaan Ekspor ke Afrika

      NERACA   Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama…

BERITA LAINNYA DI CSR

Pacu Kualitas Pendidikan di NTT - Kredivo “Turun Gunung” Ikut Mengajar di Desa Pogo Tena

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan peningkatan kualitas belajar dan mengajar, Kredivo, kartu kredit digital untuk…

Bebas Stunting Perlu Kerjasama Antar Kementerian - Lembaga

Mewujudkan generasi-generasi bangsa yang sehat cerdas dan sehat, diperlukan penanganan kesehatan yang optimal dan termasuk bebas dari kasus kekerdilan atau…

Peduli Pendidikan Daerah Terpencil - Lippo Malls Berikan Beasiswa Bagi 1000 Anak

Mewujudkan kepedulian pada dunia pendidikan, khususnya memberikan akses pendidikan bagi generasi muda yang tinggal di daerah terpencil, Lippo Malls Indonesia…