Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu isu kesehatan yang sudah lama menggerogoti anak Indonesia yakni stunting. Kondisi stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan otak dan kehidupan anak di masa depan. Masalah ini sebenarnya dapat dicegah dengan memberikan nutrisi yang tepat di masa kehamilan dan menyusui.

Dalam debat putaran ketiga, Ma'ruf menyebut bahwa penanganan stunting dilakukan selama 1.000 hari sebelum dan sesudah kelahiran. Ini merujuk pada program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) milik Kementerian Kesehatan yang digalakkan untuk menjaga kesehatan anak dari ragam penyakit yang tak cuma melulu perkara stunting. Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai sebelum dan sesudah kelahiran anak.

Ahli gizi dr Saptawati Bardosono menjelaskan, seorang ibu hamil harus memenuhi kebutuhan protein dan vitamin serta mineral seperti zat besi, asam folat, seng, kalsium, dan vitamin D pada trimester satu dan dua kehamilan. Nutrisi ini bisa didapat dari makanan yang beragam. Pada trimester tiga, fokus asupan nutrisi sedikit berganti. "Trimester tiga harus tercukupi asupan energi juga dari karbohidrat dan lemak," kata Saptawati dikutip dari CNN Indonesia.

Setelah melahirkan, ibu juga harus memiliki nutrisi yang cukup untuk menyusui. Akademisi di Universitas Indonesia ini menjelaskan, ASI yang berkualitas didapatkan dari asupan karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin dan mineral, khususnya asam lemak tak jenuh ganda dan asam amino esensial.

Asam lemak tak jenuh ganda bisa didapatkan dari ikan dan kacang-kacangan. Sedangkan sumber asam amino esensial yang baik adalah putih telur dan dada ayam. Menurut Saptawati, nutrisi pada fase-fase kehamilan dan menyusui penting untuk mencegah stunting. "Mulai kehamilan dengan ibu bergizi baik, dengan tinggi badan di atas 150 cm dan IMT normal 18,5-22,9, konsumsilah berbagai jenis makanan agar ada asupan zat gizi yang lengkap," kata Saptawati.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi bahan berbahaya, hindari makan tinggi kalori, lemak, gula dan garam. Hindari pula paparan lingkungan yang tidak bersih dan rajin beraktivitas serta rutin kontrol kesehatan.

Secara medis, stunting merupakan kondisi tubuh pendek yang sertai dengan malnutrisi kronik dan penyakit kronik. "Stunting itu kondisi pendek yang diukur memakai kurva WHO nilainya di bawah -2. Ditandai dengan pendek, disertai berat badan rendah akibat malnutrisi kronik atau penyakit kronik," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bhakti Pulungan.

Aman menjelaskan, stunting disebabkan oleh multifaktor seperti infeksi penyakit dan gangguan pencernaan pada saat anak berusia di bawah 2 tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi dan berat badan yang tidak adekuat.

Oleh karena itu, memantau tumbuh kembang anak di posyandu, puskesmas, atau rumah sakit penting untuk mengetahui kondisi anak dan mencegah stunting. Kondisi stunting hanya dapat ditetapkan setelah melewati perhitungan kurva dan pemeriksaan dokter. Setelah itu, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan penyebab stunting. Aman memperingatkan jika orang tua terlambat menyadari, stunting dapat membuat perkembangan otak anak terhambat karena di masa inilah otak berkembang dan tak bisa lagi diperbaiki di masa depan.

Akibatnya, penelitian menunjukkan anak yang stunting memiliki kecerdasan atau IQ yang rendah dan akan berdampak jangka panjang pada masa depan seperti pekerjaan dan ekonomi. Selain memonitor perkembangan anak, stunting juga dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang tepat sejak masa kehamilan.

BERITA TERKAIT

Cegah Gizi Buruk - PEHA Integrasi Posyandu dan Bank Sampah

NERACA Jakarta - Pencegahan gizi buruk menjadi salah satu fokus program berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Phapros Tbk (PEHA) dengan…

Program B20 dan Kendaraan Listrik Bisa Terwujud Bersama

NERACA Jakarta – PT GESITS Technologies Indo, produsen sepeda motor listrik nasional GESITS, menilai penerapan program Biodiesel B20 dan kendaraan…

Peso Anjlok, BI Intervensi Cegah Pelemahan Rupiah

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengaku sudah melakukan intervensi di pasar spot dan pasar domestik mata…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Mengurai Fakta di Balik Sit Up Bisa Kecilkan Perut Buncit

Tak ada orang yang ingin punya perut buncit. Pasalnya perut buncit dianggap akan mengurangi penampilan seseorang. Hanya saja sayangnya, mengecilkan…

'Menyelamatkan' Stok ASI di Kulkas Ketika Listrik Padam

Ketika listrik padam, ibu menyusui langsung merasa panik. Apalagi mereka yang punya banyak stok ASI perah dalam lemari es. Bagi…

Berbagai Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan

Ada banyak cara untuk mengolah telur. Setiap cara pengolahan telur menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda untuk tubuh. Merebus telur adalah…