BEI Edukasi Lewat IDX Islam Challenge - Pacu Pertumbuhan Investor Syariah

NERACA

Jakarta – Guna mengoptimalkan pertumbuhan industri pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan program edukasi pasar modal syariah dan IDX Islam Challenge 2019 untuk meningkatkan partisipasi dan keaktifan investor syariah di Indonesia. “Program ini dilucurkan lantaran anggota bursa penyedia layanan sharia online trading system (AB-SOTS) selama lima tahun terakhir meningkat signifikan yakni 1,644% dari 2.075 menjadi 47.165 investor per Februari 2019. Dimana tingkat keaktifan investor syariah mencapai 40%,”kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan konsistensi dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai investasi pasar modal Syariah ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Disebutkan, program pengembangan pasar modal syariah ini meliputi edukasi, literasi, dan inklusi secara regular maupun kerjasama dengan pihak lain. Program edukasi terdiri dari tiga jenis, sekolah pasar modal syariah (SPMS), workshop pasar modal syariah, dan aktivasi investor saham syariah.

Edukasi pasar modal syariah didukung 10 AB-SOTS, Indopremier Sekuritas, Phintraco Sekuritas, Mandiri Sekuritas, FAC Sekuritas, MNC Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, Phillip Sekuritas, RHB Sekuritas, dan Henan Sekuritas. Tahun ini selain menyelenggarakan edukasi, BEI akan memberikan penghargaan kepada investor saham syariah yang aktif bertransaksi.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh menyatakan, BEI akan melipatgandakan insentif pada investor yang aktif melakukan transaksi. Asal tahu saja, pasar modal syariah Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Menurut data World Bank, total penduduk Indonesia berjumlah 264 juta orang. Angka ini lebih besar dari jumlah penduduk di 8 negara yang memiliki aset kuangan syariah terbesar di dunia.

Dari 264 juta orang, 87% penduduknya merupakan muslim dan 64% merupakan kelompok produktif. Hal ini lah yang membuat potensi pasar modal syariah di Indonesia begitu besar. Ini dapat dibuktikan dari aset keuangan syariah Indonesia di pasar global berada di peringkat ke 7 mencapai US$ 81 miliar pada 2017, mengalahkan Turki yang mencapai US$ 49,5 miliar. Adapun negara lain yang memiliki aset keuangan syariah tertinggi didunia pada 2017, Iran menduduki peringkat pertama dengan jumlah aset mencapai US$ 545 miliar. Sedangkan posisi kedua ditempati oleh Saudi Arabia mencapai US$ 472 miliar.

Sementara Malaysia menduduki peringkat ke tiga dengan jumlah aset US$ 405 miliar. Posisi ke empat oleh Uni Emirat Arab mencapai US$ 203 miliar. Dan posisi selanjutnya yaitu, Kuwait dengan US$ 120 miliar, dan Bahrain mencapai US$ 99 miliar.

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Menggenjot Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia saat ini membutuhkan investasi yang besar dari luar sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Apalagi, dengan realitas rendahnya kapasitas tabungan domestik…

Menggeliatkan Roda Perekonomian Lewat Pemerataan Sinyal

Di era digital saat ini, semua pelayanan sudah bisa dilakukan melalui smartphone, mulai dari urusan pekerjaan kantor, bayar cicilan dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…