Graha Layar Teken Kerjasama CJ ONS VINA - Gunakan Jasa Layanan IT

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan juga menekan efisiensi dalam operasional, PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) menandatangani system management service agreement dengan CJ OliveNetworkds VNA (CJ ONS VINA) senilai 365,16 juta won atau sekitar Rp4,48 miliar (1 won=Rp12,5840). “Lewat kerjasama ini, perseroan bermaksud menggunakan jasa layanan IT dan layanan pendukung yang diperoleh dari CJ ONS VINA selaku bisnis afiliasinya,”kata Direktur Utama Graha Layar Prima, Kim Kyoung Tae dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja usaha perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu berupaya untuk meningkatkan manajemen sistem yang dimilikinya. Perseroan menyebutkan, CJ ONS VINA merupakan perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh CJ Corporation.

Oleh karena CJ ONS VINA memiliki keahlian dalam memberikancomprehensive management serviceuntuk sistem yang telah digunakan oleh BLTZ, perseroan pun dapat menjaga kerahasiaan tentang data operasional perusahaan dari pihak yang bukan terafiliasi. Selanjutnya, tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha BLTZ atas pelaksanaan transaksi tersebut.

Melalui kerjasama tersebut, nantinya CJ ONS VINA akan memberikan layanan manajemen komprehensif untuk mengoperasikan sistem informasi milik perseroan, yaitu CINOX—ERP, yang terdiri daricinema management, purchasing, dane-accounting dalam jangka waktu 1 tahun. Dalam mengejar pertumbuhan bisnis, emiten yang mengoperasikan bioskop CGV tersebut bakal terus ekspansi dengan membuka bioskop di berbagai lokasi baru.

Dalam dua tahun, perseroan menargetkan untuk memiliki bioskop di 100 lokasi. Sampai dengan tahun lalu, total BLTZ memiliki 57 bioskop. Manael Sudarman, Head of Sales and Marketing CGV Cinemas pernah bilang, perusahaan akan lebih agresif. Pasalnya, tren tiga tahun terakhir selalu mengalami pertumbuhan, tahun lalu jumlah bioskop bertumbuh 35% ketimbang tahun sebelumnya.”Rata-rata pertumbuhan lokasi kami sejak tahun 2015 adalah 51%,"ungkapnya.

Perusahaan menyampaikan dalam dua tahun akan menambah bioskop baru lagi untuk melakukan penetrasi pasar. Perusahaan menargetkan pertumbuhan 20 bioskop-25 bioskop baru per tahunnya. Nantinya, target tahun 2020 adalah punya bioskop di 100 lokasi, artinya untuk tahun 2019 dan 2020 harus buka 43 lokasi lagi. Perseroan dalam membuka bioskop memiliki empat layar menyesuaikan dengan lokasi yang ada. Selain layar biasa, perusahaaan juga memiliki layar ScreenX Auditorium.

Pada awal tahun 2019, PT Graha Layar Prima Tbk resmi menhentikan operasional bioskop CGV Mall of Indonesia (MOI). Perseroan mengungkapkan bahwa penutupan bioskop ini disebabkan oleh masa sewa yang sudah habis dan tidak ada persoalan mengenai performa dari bioskop tersebut. Kata Manael Sudarman, CGV MOI adalah salah satu site yang berkontribusi baik dari sisi sales dan memiliki base customer loyal (CGV Member) cukup baik dari total 57 lokasi yang ada saat ini.

BERITA TERKAIT

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Terbitkan Produk KIK Dinfra - Jasa Marga Targetkan Dana Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta –Besarnya kebutuhan modal PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam mendanai proyek jalan tol, mendorong perseroan untuk terus memanfaatkan…

Gandeng Kerjasama Tanamduit - Investree Rilis Promo Bonus Reksa Dana

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial berinvestasi di reksa dana, maka beberapa agen penjual efek reksa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…