Kontribusi Kecil, BEI Tetap Catatkan Capital Market Tumbuh 6,7%

Neraca

Jakarta – Industri pasar modal selalu mencatatkan peningkatan capital market tiap tahunnya dan bahkan hingga 13 Maret capital market Bursa Efek Indonesia sudah melesat 6,7% dibandingkan penutupan pasar diakhir tahun lalu yang mencapai Rp 3,570 triliun.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida mengatakan, capital market BEI diawal Maret sudah melebihi perdagangan saham akhir tahun lalu, “Market Cap hingga 13 Maret sebesar Rp3,375 triliun dan ini bukti industri pasar modal dalam negeri terus tumbuh signifkan,”katanya di Jakarta kemarin.

Oleh karena itu, dirinya menyakini dengan capital market yang terus meningkat akan menjadikan investor semakin giat untuk berinvestasi di Indonesia. Selanjutnya, pasar modal Indonesia bisa terus meningkatkan jumlah emiten serta produk bursa.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah adanya sistem sebagai upaya kenyamanan investor untuk berinevstasi. "Misalnya seperti peraturan untuk IPO yang dianggap sulit akan dipermudah," akunya.

Lebih jauh diakuinya, seiring dengan semakin tumbuhnya pasar modal Indonesia, dibarengi pula dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik. Terlebih pada akhir 2011 lalu, Indoonesia berhasil meraih rating investment grade.

Namun ironisnya, bertumbuh pesatnya capital market pasar modal dalam negeri tidak diiringi dengan pertumbuhan investor pasar modal dan minimnya kontribusinya industri pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi.

Beberapa waktu lalu, Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengakui, rasio pembiayaan dari pasar modal, seperti obligasi, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah, yakni sebesar 50%, dibandingkan negara-negara seperti Singapura yang mencapai 260% dan Hong Kong yang sebesar 1.080%."Pendanaan dari pasar modal saat ini baru mencapai 50% terhadap PDB," ungkapnya.

Bila dilihat dari sektor pasar modalnya, saat ini dunia usaha masih enggan masuk ke pasar modal karena belum memiliki pemahaman yang baik dibandingkan industri perbankan. Karena itu Bapepam-LK akan melakukan sosialisasi ke dunia usaha.

Selain itu, dia juga menyebutkan minimnya pelaku usaha berinvestasi di pasar modal juga disebabkan soal perpajakan yang dinilai memberatkan. Hal itu masih menjadi suatu yang menakutkan bagi pelaku usaha untuk masuk ke pasar modal.

Maka merespon yang dikeluhkan pelaku usaha soal investasi pasar modal, pihak Bapepam-LK tengah menyiapkan e-registration, yakni penyertaan pendaftaran berbasis elektronik bagi penerbitan efek.

Dengan e-registration, perusahaan atau emiten akan diberikan alternatif dalam proses penerbitan efek Menurutnya, dengan adanya penyederhanaan untuk pendaftaran dapat menjadi alternatif sehingga mampu menggalang dana di kalangan pengusaha di pasar modal, sehingga dapat menimbulkan efisiensi. "Ini bisa jadi alternatif penggalangan dana di kalangan pengusaha," tegasnya. (bani)

Related posts