PBID Genjot Produksi Plastik Foodgrade - Incar Penjualan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Seiring bakal beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menambah kapasitas produksi plastik foodgrade. Nantinya dengan penambahan kapasitas produksi bisa mengerek pertumbuhan penjualan.

Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, Lukman Hakim mengatakan, upaya menambah kapasitas produksi plastik foodgradedilakukan melalui pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah. “Ke depannya, kami meningkatkan PE dan PP foodgrade. Yang di Pemalang 27.000 ton per tahun, khusus PE dan PP foodgrade," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lukman menjelaskan, segmen plastik foodgrade berkontribusi sekitar 75%-80% terhadap total penjualan segmen kantong plastik. Adapun sekitar 20%-25% lainnya berasal dari plastik HDPE atau dikenal sebagai kantong kresek.Dengan penambahan kapasitas tersebut, perseroan memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada 2019. Sebelumnya, perseroan memperkirakan penjualan pada 2018 telah melampaui target sebesar Rp3,91 triliun.

Tercatat kapasitas produksi perseroan per Desember 2018 sebanyak 91.711 ton per tahun. Perseroan berharap kapasitas produksi dapat bertambah menjadi 121.000 ton per tahun hingga akhir 2019. Tambahan kapasitas baru tersebut berasal dari kapasitas pabrik di Pemalang dan Johor, Malaysia yang sebanyak 4.000 ton.Untuk pabrik di Pemalang akan memiliki kapasitas 27.000 ton per tahun dan direncanakan memulai konstruksi pada kuartal I/2019.

Bila target pertumbuhan pendapatan sebesar 15% tahun ini, maka pertumbuhan pendapatan tahun 2018 diharapkan tumbuh 12%. Sementara itu, hingga akhir kuartal III 2018, PBID membukukan pendapatan sebesar Rp3,167 triliun dan sampai akhir tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp4,22 triliun.

Lukman menambahkan, salah satu faktor yang menopang optimisme perseroan terhadap kinerja yang solid tahun ini adalah produk subsititusi untuk kantong plastik food grade masih sedikit dan mahal. Sekitar 80% dari penjualan perseroan justru terfokus di segmen plastik food grade ini. Selain itu, program revitalisasi 1.000 pasar tradisional per tahun dari pemerintah turut mendukung peningkatan permintaan plastik food grade, sebab pelaku UMKM juga akan meningkat signifikan.

Asal tahu saja, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp200 miliar untuk ekspansi ke Jawa Tengah. Dimana jumlah itu untuk pembelian tanah sebesar Rp40 miliar, pendirian bangunan sekitar Rp75 miliar, dan pembelian mesin sekitar Rp80 miliar. Sumber dana belanja modal berasal dari dana hasil penawaran umum saham perdana pada 2017 sebesar Rp305,21 miliar. Rencana penggunaan dana tersebut untuk ekspansi usaha sebesar Rp213,65 miliar dan modal kerja sebesar Rp91,56 miliar. Disebutkan, per 30 September 2018, segmen kantong plastik berkontribusi 58,58% terhadap penjualan bersih. Diikuti oleh segmen biji plastik, yang berkontribusi sebesar 37,29%, dan 4,13% lainnya.

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar Sepekan Tumbuh 0,08%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat selama sepekan, data indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

LG Catatkan 1.000 Unit Penjualan Mesin Cuci Laundry

    NERACA   Jakarta - PT LG Electronics Indonesia berhasil mencatatkan penjualan 1.000 unit mesin cuci laundry sejak dimulai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…