Aksi Beli Investor Bawa Tren Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 48,26 poin atau 0,75% menjadi 6.509,45. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 10,17 poin atau 1% menjadi 1.024,97.”Tidak ada sentimen dan tren penguatan IHSG akan berlanjut sampai hari Kamis, di mana ada pengumuman suku bunga baru oleh Bank Indonesia," kata analis Panin Sekuritas, William Hartanto di Jakarta, kemarin.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp687,75 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 411.768 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,19 miliar lembar saham senilai Rp8,3 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 195 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia "menghijau". Indeks Nikkei ditutup menguat 133,65 poin (0,62%) ke 21.584,5, indeks Hang Seng menguat 396,75 poin (1,37%) ke 29.409,01, dan Indeks Straits Times menguat 12,78 poin (0,4%) ke posisi 3.212,96. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 20,41 poin atau 0,32% ke posisi 6481,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5 poin atau 0,49% menjadi 1.019,81.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan namun pergerakannya akan cenderung datar atau "sideways".”Ditengah volatilitas global yang masih tinggi, IHSG diperkirakan berpeluang untuk melanjutkan penguatan meskipun cenderung sideways. Sentimen lain yang diperkirakan memberikan dukungan bagi indeks ini pekan ini antisipasi pemodal atas musim laporan laba," ujar Alfiansyah.

Dari Inggris, parlemen akhirnya menyetujui untuk menunda proses Brexit yang awalnya efektif berlaku pada 29 Maret 2019. Inggris meminta tenggat waktu hingga Juni 2019, namun berharap Uni Eropa memberi tenggat waktu lebih lama.”Kami melihat voting tersebut secara positif, karena menghindari Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, namun di sisi lain penundaan tersebut justru menjadi pintu masuk untuk ketidakpastian baru dan berbagai kemungkinan seperti percepatan pemilu dan referendum kedua," katanya.

Sedangkan dari AS, senat yang dikuasai oleh Partai Republik menolak deklarasi "national emergency" dari Trump, yang mengizinkan pemerintah untuk mengucurkan anggaran sekitar US$ 8 miliar untuk pembangunan tembok pembatas AS-Meksiko.”Menurut kami, hal ini menggambarkan ketidakstabilan politik dan friksi internal yang dapat berisiko ke pasar modal," ujar Alfiansyah.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei dibuka menguat 120,51 poin (0,56%) ke 21.571,36, indeks Hang Seng menguat 132,12 poin (0,46%) ke 29.144,38, dan Straits Times menguat 11,29 poin (0,35%) ke posisi 3.211,47.

BERITA TERKAIT

Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa…

Investor Tidak Perlu Khawatirkan Situasi Politik

NERACA Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau investor dan dunia usaha di Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan situasi politik saat…

Sumsel Ajak Investor Percepat Bangun KEK Tanjung Api-api

Sumsel Ajak Investor Percepat Bangun KEK Tanjung Api-api NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak investor untuk melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…