Program Minapadi Indonesia Sudah Dipelajari 13 Negara

NERACA

Jakarta – Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan, program minapadi yaitu penggabungan budi daya perikanan di lahan persawahan sudah dipelajari oleh setidaknya 13 negara lainnya.

"Setidaknya sudah 13 negara di Asia Pasifik belajar minapadi di Indonesia. Tentunya, ini jadi pemicu bagi kita untuk terus mendorong minapadi berkembang di berbagai daerah," katanya dalam siaran pers di Jakarta, disalin dari Antara.

Slamet mengemukakan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja bersama pejabat Kementerian Pertanian dan delegasi DPR RI di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Menurut Slamet, sistem minapadi adalah model tepat untuk memecahkan solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Bahkan, lanjutnya, keberhasilan pengembangan minapadi di Indonesia telah menginisiasi FAO sebagai organisasi pangan dunia menjadikan Indonesia sebagai acuan model minapadi di level Asia Pasifik. Selain itu, menurut Slamet, sistem minapadi ini juga mampu meningkatkan produktivitas padi. "Jadi, sangat pas sekali sebagai upaya mencapai swasembada pangan," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan panen raya budi daya sistem minapadi di desa Limbasari pada lahan seluas lima hektare dengan target panen ikan ukuran 5-6 ekor per kg sebanyak 7,5 ton atau setara 1,5 ton per hektare dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar tiga bulan.

Kabupaten Purbalingga memiliki potensi lahan sawah yang cocok untuk pengembangan minapadi. Pada 2018, KKP telah memberikan dukungan percontohan minapadi seluas 5 hektare di Desa Limbasari.

Pada tahun ini direncanakan akan ditambah dukungan seluas 35 hektare untuk pengembangan minapadi di beberapa wilayah di Purbalingga. Secara nasional, hingga 2016, total lahan minapadi produktif di seluruh Indonesia mencapai 145.000 hektare. Minapadi juga jadi program unggulan di Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto menambahkan sistem minapadi telah nyata mampu meningkatkan produktivitas padi. "Dengan minapadi produktivitas padi per ha bisa ditingkatkan. Oleh karena itu, saya rasa ini sangat pas untuk digarap secara serius melalui kerja sama dengan KKP," ujar Gatot.

Ia menjelaskan, keunggulan minapadi sangat banyak yaitu produktivitas bisa digenjot serta juga sebagai solusi untuk memitigasi resiko dari serangan hama, selain hasil produksinya yang bersifat organik.

Pemerintah melalui KKP dan Kementerian Pertanian memberikan berbagai dukungan langsung untuk Kabupaten Purbalingga. Tercatat dukungan senilai Rp1,6 miliar diberikan KKP masing-masing berupa input produksi (pakan dan benih ikan), pengembangan minapadi, bioflok, beasiswa pendidikan, dan sarana pengolahan ikan. Sedangkan dari Kementerian Pertanian tercatat senilai Rp1,38 miliar berupa dukungan sarana dan prasarana produksi dan pascapanen.

BERITA TERKAIT

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Optimalisasi Utang Negara

Meski banyak pihak merisaukan masalah utang negara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati di setiap kesempatan mengklaim bahwa pengelolaan utang Indonesia saat…

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan NERACA Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) selalu berupaya melakukan upaya…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Investasi Meningkat, Pemerintah Siapkan SDM Industri Kompeten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.…

RI Gandeng Swiss Terapkan Vokasi Dual System

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung. Saat…

Kemandegan Regenerasi Sektor Pertanian Disorot

NERACA Jakarta – Pengamat sektor pangan dan Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KPRP) Said Abdullah menyoroti masih adanya kemandegan…