PTPP dan KS Bikin Perusahaan Air Minum - Bidik Pendapatan Recurring Income

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di luar bisnis inti, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membentuk usaha patungan dengan PT Krakatau Tirta Industri, entitas anak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) untuk pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Agus Samuel Kana mengatakan, nantinya dengan bisnis penyediaan air minum tersebut bisa memperolehrecurring incomedari penyertaan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan,”Maksud dan tujuan ialah menjalankan usaha untuk melaksanakan pengembangan sistem penyediaan air minum berkapasitas 1.000 liter per detik pada perusahaan daerah air minum Kabupaten Gresik,”ujarnya.

Agus menegaskan, penyertaan saham perseroan dalam PT Krakatau Tirta Industri dicatat dalam buku perseroan sebagai penyertaan dalam perusahaan asosiasi. Pembentukan usaha patungan ini turut menunjang kegiatan usaha. Sebagai informasi, dalam bisnis air minum tersebut, PTPP telah melakukan penyertaan saham dalam suatu perusahaan patungan bernama PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta.

Entitas anak tersebut memiliki modal dasar usaha patungan senilai Rp50 miliar. Sementara itu, modal yang telah ditempatkan dan disetor senilai Rp12,5 miliar. Adapun, porsi kepemilikan saham para pemilik yakni PP 75% atau setara dengan Rp9,375 miliar dan PT Krakatau Tirta Industri senilai Rp3,125 miliar.

Kinerja keuangan PTPP di 2018 cukup apik dengan perolehan laba bersih senilai Rp 1,50 triliun atau tumbuh 3,36% dari Rp 145 triliun pada 2017. Sementara pendapatan tercatat sebesar Rp25,11 triliun, naik 16,82% dari Rp21,50 triliun pada 2017. Perseroan juga mencatatkan beban pokok pendapatan naik lebih tinggi secara tahunan Dimana terjadi kenaikan dari Rp18,25 triliun per akhir 2017 menjadi Rp21,57 triliun pada tahun lalu.

Dari situ perseroan tercatat mengantongi laba kotor Rp3,54 triliun pada 2018. Jumlah tersebut naik 9,06% dari Rp3,25 triliun pada 2017. Kemudian total liabilitas perseroan naik 31,57% secara tahunan menjadi Rp36,23 triliun pada 2018. Sementara itu, total ekuitas juga naik dari Rp14,24 triliun pada 2017 menjadi Rp16,31 triliun per akhir Desember tahun lalu. Adapun, total aset yang dimiliki perseroan senilai Rp52,54 triliun per 31 Desember 2018. Nilai itu naik 25,77% dari Rp41,78 triliun pada 2017.

Perseroan juga mengungkapkan, arus kas dari aktivitas operasi positif atau surplus selama rentang periode 2014—2018. Pasalnya, PTPP membukukan arus kas dari aktivitas operasi Rp716 miliar pada 2018. Capaian tersebut bukan kali pertama dicatatkan oleh perseroan. Pada 2014, PTPP itu membukukan surplus arus kas operasi Rp291 miliar. Pencapaian itu berlanjut pada 2015 dengan surplus Rp25 miliar.

Jumlah surplus dari arus kas dari aktivitas operasi PTPP melonjak menjadi Rp986 miliar per akhir 2016. Bahkan, per 31 Desember 2017, capaian kembali naik menjadi positif Rp1,46 triliun.

BERITA TERKAIT

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…