Fitch Rating Sematkan Peringkat AAA NISP

NERACA

Jakarta —Lembaga pemeringkat PT Fitch Rating Indonesia (FITCH) memberikan sejumlah peringkat terhadap PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP). Direktur NISP Hartati dan Mirah Wiryoatmodjo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan hasil pemeringkatan tahunan perseroan dari Fitch berlaku satu tahun yaitu 1 April 2019—31 Maret 2020.

Disebutkan, ada lima peringkat yang yang disematkan Fitch kepada NISP. Pertama, peringkat nasional jangka panjang AAA (idn) dengan outlook stabil. Kedua, peringkat nasional jangka pendek di F1 (idn). Ketiga, peringkat nasional jangka panjang untuk program Obligasi Berkelanjutan III OCBC NISP di AAA (idn). Keempat, peringkat nasional jangka panjang untuk Obligasi Berkelanjutan III OCBC NISP Tahap II, III, dan IV, masing-masing di AAA (idn). Kelima, peringkat nasional jangka panjang untuk Obligasi Berkelanjutan III OCBC NISP Tahap I di AAA (idn).

Dalam laporannya, Fitch menjelaskan, penerbitan dan pemantauan peringkat berdasarkan informasi factual dari emiten dan sumber kredibel lainnya. Fitch melakukan pemeriksaan dan memverisikasi semua informasi tersebut dari seumber independen. Sebagai informasi, tahun ini PT OCBC NISP Tbk mengincar penghimpunan dana naik di kisaran dua digit mengimbangi proyeksi pertumbuhan kredit.

Direktur Utama OCBC NISP, Parwati Surjaudaja pernah mengatakan, pihaknya mengantisipasi potensi risiko pengetatan likuiditas yang dinilai masih jadi tantangan sektor perbankan.”Kami mengharapkan total funding tumbuh lebih dari 10% di tahun ini. Likuiditas masih akan jadi tantangan untuk 2019 ini karena berbagai aspek termasuk tingginya LDR atau loan to deposit ratio industri sementara pertambahan loan pun akan double digit,”ujarnya.

Parwati melanjutkan sumber pendanaan utama masih akan difokuskan pada dana konvensional terutama dana pihak ketiga (DPK). Kendati begitu pihaknya juga membuka peluang untuk mencari dana nonkonvensional jangka menengah seperti lewat penawaran umum obligasi berkelanjutan demi memperkuat likuiditas."DPK masih utama dan mayoritas, tapi ada dana wholesale dari obligasi dan lain-lain, tergantung kondisi pasar,"jelasnya.

Perseroan termasuk salah satu bank yang memiliki utang jatuh tempo pada 2019 dengan nilai total Rp2,44 triliun. Perseroan masih memiliki jatah dari dari PUB II senilai Rp7 triliun.

BERITA TERKAIT

Dinilai Manajemen Keuangan Lemah - Moody’s Pangkas Peringkat APLN Jadi B2

NERACA Jakarta-Melorotnya kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berujung pada terpangkasnya rating emiten properti ini. Lembaga peringkat internasional,…

Ficth Pangkas Peringkat KIJA Jadi Negatif B

NERACA Jakarta - Kabar soal potensi gagal bayar atau default atas obligasi milik PT Kawasa Industri Jababeka Tbk (KIJA), rupanya…

Pefindo Pangkas Peringkat MAYA Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan ketatnya likuiditas antar bank, tidak terkecuali yang dialami PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), mendorong PT Pemeringkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…