Bisnis Batubara Tumbuh Melesat, Petrosea Bakal Revisi Target Kontrak 2012

Neraca

Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) bakal merevisi target kontrak ditahun 2012 seiring dengan meningkatkan pertumbuhan industri pertambangan. Namun sayangnya, perseroan belum mau menyebutkan target pertumbuhan total kontrak di tahun ini.

Keyakinan nilai kontrak tahun ini meningkat secara subtansial disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta akhir pekan kemarin. Pada akhir tahun 2011, perseroan mengungkapkan nilai semua kontrak berjumlah sekitar US$38 juta. Kedepannya, nilai kontrak tersebut diperkirakan meningkat secara substansial pada tahun 2012 sebagai akibat diperbaruinya aktivitas sektor minyak dan gas di Selat Makasar.

Petrosea Offshore Supply Base (POSB) menyumbangkan 7% dari total pendapatan konsolidasi Perusahaan di tahun 2011. POSB adalah pusat logistik terpadu di kawasan laut dalam yang memiliki banyak fungsi dan berlokasi strategis di Kariangau, Tanjung Batu, Balikpapan Barat, Indonesia.

POSB menawarkan berbagai layanan penting dengan biaya yang efektif kepada perusahaan nasional maupun internasional dari kalangan minyak dan gas. POSB dikenal dapat memberikan solusi untuk kepada operator minyak dan gas lepas pantai. POSB ini adalah tempat pertama yang dituju operator minyak dan gas ketika mereka memiliki masalah yang tidak berkaitan dengan kegiatan pengeboran.

Sementara sumber pendapatan utama perusahaan pada 2011, 88% lebih diperoleh dari pekerjaan pemindahan tanah penutup (overburden) dan penambangan batubara dari kontrak jangka panjang dengan perusahaan terkemuka pemegang konsesi pertambangan batubara di Kalimantan.

Selebihnya sumber pendapatan berasal dari bidang rekayasa dan konstruksi maupun dari jasa yang diberikan Petrosea Offshore Supply Base kepada perusahaan minyak dan gas bumi. Pada 2011, perusahaan membukukan volume produksi tahunan rekor tertinggi dengan kenaikan 68% untuk pertambangan batubara menjadi 6,9 juta ton dan 44% untuk pengupasan tanah penutup menjadi 116 juta BCM. Jasa pertambangan memberikan kontribusi 88% terhadap total pendapatan Perusahaan, naik dari US$158 juta pada 2010 menjadi US$233 juta pada 2011.

Laba Tumbuh 24,6%

Asal tahu saja, laba bersih PT Petrosea Tbk (PTRO) tumbuh sebesar 24,6% menjadi US$52,64 juta atau setara US$0,0522 per saham pada 2011 dibanding pencapaian 2010 sebesar US$42,25 juta atau setara dengan US$0,0422 sen per saham.

Kenaikan laba bersih 2011 ini disebabkan terjadinya peningkatan laba usaha perseron dari US$38,29 juta pada 2010 menjadi US$52,39 juta. Pendapatan usaha perseroan juga naik pada 2011 menjadi US$263,77 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$186,95 juta.

Perseroan juga mencatat terjadinya peningkatan laba kotor sebesar 38,1% menjadi US$76,3 juta di 2011. Namun marjin laba kotor sedikit turun menjadi 28,9% dari tahun sebelumnya (29,6%) karena adanya kenaikan beban usaha langsung hingga 42,3% menjadi US$187,4 juta seiring dengan penambahan kapasitas oleh perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban dalam kontrak yang kian besar.

Komponen biaya yang perlu dicatat antara lain peningkatan pengoperasian peralatan, yang besarnya hampir separuh dari beban usaha langsung, naik 56% menjadi US$86,2 juta. Gaji, upah dan biaya pegawai naik 32% menjadi US$36,3 juta sejalan dengan ekspansi kegiatan penambangan yang memerlukan penambahan tenaga kerja.

Faktor lain yang ikut menjadi penyebab turunnya marjin laba kotor adalah kenaikan biaya bahan bakar sekitar 30%-35%, namun kenaikan ini dibebankan kepada klien sehingga pendapatan ikut meningkat.

Meningkatnya beban administrasi dan turunnya laba bersih dari pengendalian bersama entitas yang diimbangi dengan kenaikan keuntungan bersih lain-lain yang meningkatkan laba sebelum pajak sebesar 28,44%. Peningkatan beban administrasi hingga 38,9% menjadi US$ 23,9 juta terutama disebabkan naiknya biaya personil menyusul perluasan kegiatan usaha.

Jumlah aset perseroan juga naik menjadi US$377,29 juta pada 2011 dari US$222,51 juta di 2010. Begitu juga dengan kewajiban perseroan naik dari US$101,84 juta pada 2010 menjadi US$218,07 juta di 2011. (bani)

Related posts