Siloam Hospitals Bangun Lima Rumah Sakit Baru - Tunda Bagikan Dividen

NERACA

Tangerang – Lantaran anjloknya perolehan laba bersih di tahun 2018, menjadi alasan bagi PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Apalagi, emiten rumah sakit ini juga tengah membutuhkan dana besar dalam pengembangan rumah sakit baru.

Kata Direktur Utama Siloam Internasional Hospitals, Ketut Budi Wijaya, keputusan perseoan untuk tidak membagikan dividen telah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). “Para pemegang saham menyetujui agar laba bersih buku tahun 2018 digunakan sebagai modal kerja perseroan pada 2019. Oleh karena itu, kami tidak akan membagikan dividen karena dana untuk pengembangan,”ungkapnya di Tangerang, kemarin.

Dalam pengembangan bisnis rumah sakitnya, perseroan berencana mengoperasikan 3-5 rumah sakit baru tahun ini. Direktur Siloam International Hospitals, Anang Prayudi mengatakan, pada awal tahun ini telah mengoperasikan dua rumah sakit baru di Kelapa Dua dan Tegalrejo. Adapun dalam pipeline perseroan tahun ini, ada 3-5 rumah sakit baru yang akan dioperasikan di sejumalah wilayah Indonesia.”Ada 3-5 rumah sakit dalam development schedule akan kami buka. Ambon, Pasar Baru, Banjarmasin, Batu Malang, satu lagi di Tulungagung, cuma masih renovasi, paling bisa di kuartal IV/2019,” ujarnya.

Sementara Direktur Siloam International Hospitals, Budi R. Legowo mengungkapkan bahwa perseroan menyediakan anggaran belanja modal sebesar Rp200 miliar untuk tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit yang bakal dioperasikan pada tahun ini.“Di luar itu, seperti akuisisi di luar dari belanja modal itu. Dana dari internal cash flow dan laba bersih buku tahun 2018,” jelasnya.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit dan target yang sama juga ditetapkan terhadap laba bersih. Namun, perseroan tidak memberikan angka spesifik untuk target tersebut. Sebagai informasi, mengacu pada laporan keuangan 2018, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,96 triliun atau naik 12,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp5,3 triliun. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp16,18 miliar, anjlok 82,7% dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp93,56 miliar.

Penurunan laba terjadi karena pada 2018, perseroan memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Pasalnya, sejak 2017 hingga 2018, perseroan membangun 12 rumah sakit baru. Sebelumnya, Kepala Riset OSO Sekuritas Ike Widiawati mengatakan bahwa untuk prospek emiten rumah sakit pada 2019 tidak berbedah jauh dengan 2018, karena belum ada kepastian dari pemerintah untuk penambahan insentif bagi perusahaan-perusahaan layanan kesehatan.

BERITA TERKAIT

PERLU NILAI TAMBAH EKONOMI DIGITAL - JK: Tiru China Bangun Inovasi Digital

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar pengusaha muda Indonesia tidak hanya membangun marketplace. Generasi muda katanya juga harus berpikir…

Pemerintah Siap Bangun Infrastruktur di 3 KEK

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar sidang dewan nasional untuk membahas terkait pengembangan…

Murk Hidde Jabat Presdir Baru Multi Bintang

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) memutuskan untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…