Hotel Mandarine Bukukan Rugi Rp 26 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis hotel PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) di 2018 belum membukukan kinerja yang kurang positif. Pasalnya, pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu turun 40% year on year (yoy) menjadi Rp 39,06 miliar. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin dijelaskan, penurunan pendapatan HOME dipicu oleh segmen klub keanggotaan GVC yang turun 27% yoy menjadi Rp 29,09 miliar di akhir 2018.

Sementara pendapatan dari segmen kamar juga turun 54% yoy menjadi Rp 5,60 miliar. Selanjutnya segmen makanan dan minuman juga ikut turun 65% yoy menuju Rp 3,77 miliar di akhir 2018. Penghasilan dari pusat kebugaran juga terjun bebas 63% yoy menjadi Rp 47,60 juta. Lalu dari pendapatan operasi lainnya juga ikut turun 72% yoy menuju Rp 537,51 juta di akhir 2018.

Penurunan pendapatan HOME juga diikuti oleh beban departmen yang turun 5,2% yoy menjadi Rp 41,26 miliar. Di akhir 2018, rugi kurs HOME juga membengkak 166% yoy menjadi Rp 14,72 juta.Kemudian rugi penjualan aset tetap HOME juga ikut meningkat menjadi Rp 2,17 miliar di 2018 dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 99,10 juta. Alhasil HOME masih membukukan kerugian sebesar Rp 26,03 miliar di akhir 2018 dari tahun 2017 yang sebesar Rp 128,36 miliar.

Total aset HOME juga turun tipis 0,4% yoy menjadi Rp 281,19 miliar di akhir 2018. Dengan kas dan setara kas yang naik 6% yoy menjadi Rp 1,02 miliar. Ekuitas tercatat turun 12,5% yoy menjadi Rp 182,91 miliar. Sementara liabilitas naik 34% yoy menjadi Rp 98,28 miliar di akhir 2018.

Meskipun pencapaian kinerja keuangan perseroan di tahun kemarin belum cukup memuaskan, namun tahun ini optimis akan membukukan kinerja lebih baik. Oleh karena itu, perusahaan fokuskan diri pada aksi korporasi yang sedang dilakukannya yakni penggalangan dana lewat rights issue. Direktur Keuangan PT Hotel Mandarine Regency Tbk, Ardi Syofyan pernah bilang, pada tahun ini perusahaan masih akan berfokus pada aksi korporasi yang sedang dilakukan. Karenanya, belum ada rencana untuk melakukan ekspansi di tahun ini. "Belum ada rencana ekspansi, kami masih fokus untuk aksi korporasi yang sedang dilakukan," tuturnya.

Dia menyebutkan, perusahaan membidik perolehan dana Rp 2 triliun dalamrights issue,yang penggunaannya masih dalam proses pengambilan keputusan bersama pemegang saham. Namun, dia bilang ada dua rencana yang disiapkan yaitu untuk mengembangkan anak perusahaan dan untuk usaha hotel yang dilakukan perusahaan.

BERITA TERKAIT

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…

SSIA Serap MNC Horizon Internusa Rp 29 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyerap penerbitan surat utang atau Mandatory Convertible Note (MCN)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…