IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke level 6,461.18 dari 6,383.07 pada penutupan pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar juga mencatatkan nilai peningkatan yang sama dengan IHSG yaitu 1,22% menjadi sebesar Rp7.347,31 triliun dari Rp7.258,43 triliun pada penutupan pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu data perdagangan harian mengalami koreksi. Dimana data rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami pelemahan sebesar 15,20% menjadi Rp8,70 triliun dari Rp10,26 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Sementara itu rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami penurunan sebesar 7,16% menjadi 14,92 miliar unit saham dari 16,07 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Selain itu rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga mengalami perubahan sebesar 1,45% menjadi 409,80 ribu kali transaksi dari 415,83 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Investor asing selama sepekan mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,87 triliun dan sepanjang tahun 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,88 triliun. Kata analis Panin Sekuritas, William Hartanto, menguatnya IHSG Jum’at akhir pekan kemarin dipicu sentimen data surplusnya neraca dagang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan internasional Indonesia pada Februari 2019 mencapai US$ 330 juta, dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami defisit. Sebagai informasi, IHSG Jum’at (15/3) akhir pekan kemarin ditutup menguat sebesar 47,92 poin atau 0,75% menjadi 6.461,18, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,62 poin atau 1,06% menjadi 1.014,81.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 407.847 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,9 miliar lembar saham senilai Rp11,42 triliun. Sebanyak 227 saham naik, 176 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya. Selain itu, BEI juga mencatat pada pekan kemarin total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 18 emisi dari 14 perusahaan tercatat senilai Rp15.24 triliun.

Kemudian dengan dicatatkannya obligasi berkelanjutan III Federal International Finance dengan tingkat bunga tetap tahap V tahun 2019 senilai Rp 2,3 triliun, maka sampai dengan saat ini dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang masa berjumlah 392 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp421,78 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 117 perusahaan tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai nominal Rp2,490.45 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp9,53 triliun.

BERITA TERKAIT

PERLU NILAI TAMBAH EKONOMI DIGITAL - JK: Tiru China Bangun Inovasi Digital

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar pengusaha muda Indonesia tidak hanya membangun marketplace. Generasi muda katanya juga harus berpikir…

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Dampak Pemilu dan Lebaran - Pendapatan IPCC Terkoreksi 8,62%

NERACA Jakarta – Geliat kegiatan ekspor impor otomotif belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…