BRI dan Bank Sulut Adu Cepat Salurkan Kredit - Di Sulut

NERACA

Manado--- PT Bank Rakyat Indonesia(BRI) dan Bank Sulut berkompetisi menyalurkan kreditnya untuk masyarakat Sulut. Sementara BRI menargetkan pertumbuhan kredit di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 34,42% pada 2012. "Pertumbuhan tertinggi terutama ditargetkan terjadi di BRI Tondano, dengan wilayah kerja Kabupaten Minahasa sebesar 40,80% serta Kota Bitung 37,65%," kata Pemimpin Wilayah BRI Manado, Tri Wintarto di Manado, Jumat.

Lebih jauh kata Tri Wintarto, target ekspansi kredit daerah lainnya di Sulut yakni BRI Tahuna dengan wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya diperkirakan tumbuh 33,95%. Sementara daerah Kabupaten Bolaang Mongondow yang dilayani BRI Cabang Kotamobagu diperkirakan tumbuh 33,48%. "Untuk Kota Manado sendiri hanya ditargetkan tumbuh 26,20 persen, lebih rendah ketimbang daerah lainnya di Sulut," ungkapnya

Guna mendorong pertumbuhan kredit sebesar 34,42% tersebut, kata Wintarto, maka BRI akan mendorong pertumbuhan debitur hingga 29,77%. Pada tahun 2011 lalu, BRI berhasil menyalurkan kredit termasuk kepada usaha mikro kecil menengah sebesar Rp10,09 triliun, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 24,86% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kredit tersalur di Sulut pada tahun 2011 tersebut terbesar masih tetap terjadi melalui kantor BRI Cabang Manado yakni mencapai Rp3,4 triliun, diikuti Kotamobagu Rp2,3 triliun. Kantor cabang BRI lainnya yakni Tondano Minahasa Rp1,4 triliun, Bitung Rp1,3 triliun, Tahuna Sangihe Rp1,5 triliun.

Sementara itu, PT Bank Sulut menyiapkan dana Rp14 miliar guna membantu sektor perikanan provinsi agar lebin berkembang pada tahun ini. "Alokasi dana ini sebagai bentuk kepedulian Bank Sulut terhadap perkembangan sektor perikanan yang menjadi salah satu pendorong ekonomi Sulut," kata Direktur Utama PT Bank Sulut, James Salibana di Manado, Sabtu.

James mengatakan, dana untuk ekspansi kredit perikanan tersebut akan dimulai pada triwulan pertama tahun ini. "Sesuai rencana, pembiayaan perikanan ini diberikan dalam empat tahap, yakni triwulan pertama, kedua, ketiga dan keempat," kata James.

Triwulan pertama, kata James, dialokasikan dana sebesar Rp4,15 miliar, triwulan kedua Rp3,36 miliar, triwulan ketiga Rp3,5 miliar dan triwulan keempat Rp3,18 miliar.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut, Joy Korah, menyambut positif penyiapan dana pembiayaan perikanan Bank Sulut. "Ini merupakan sesuatu hal yang positif yang ditunjukkan manajemen bank ini, guna mendorong pemberdayaan sektor perikanan," kata Joy.

Pemerintah memang ada dana baik bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara(APBN) maupun APBD, tetapi itu tidak cukup, karena itu bukti pihak perbankan dan investor untuk memberi perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan. "Tahun 2015 ditargetkan Indonesia dapat menjadi produsen ikan terbesar di dunia, untuk itu pemerintah daerah khusus DKP Sulut, terus berupaya agar pemberdayaan perikanan terus berjalan mulus," paparnya

Terutama yang menjadi target pemberdayaan yakni sektor budidaya, karena peluang untuk tumbuh tajam masih lebih terbuka lebar ketimbang mendorong perikanan tangkap. "Diharapkan pembiayaan Bank Sulut mengarah ke sektor budidaya ini," imbuhnya. **cahyo

Related posts