Empat Dana Abadi akan Tersaji di 2020

NERACA

Jakarta - Kantor Staf Kepresidenan menyebutkan Indonesia akan memiliki empat jenis dana abadi untuk berbagai kebutuhan mulai dari pendidikan hingga pengembangan kebudayaan pada 2020. “Yang ada saat ini, baru dana abadi pendidikan, nanti tahun depan kita akan punya empat dana abadi,” kata Deputi II Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam diskusi Membangun Karakter dan Mental SDM Indonesia di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Eks Bina Graha Jakarta, Kamis (14/3).

Ia menyebutkan dana abadi lainnya adalah dana abadi kebudayaan. Dana abadi itu ditujukan untuk pengembangan kebudayaan yang akan dimulai dengan jumlah Rp5 triliun. Tiga dana abadi lainnya yaitu dana abadi pendidikan, dana abadi riset, dan dana abadi perguruan tinggi. Dana abadi riset akan dimulai dengan jumlah Rp1 triliun dan akan naik hingga Rp50 triliun.

Sementara dana abadi pergururuan tinggi ditujukan untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia naik peringkat di kancah internasional. Diskusi media itu juga menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Rosarita Niken Widyastuti yang juga merupakan Sekjen Kemkominfo. Sementara itu mengenai pengangguran, Yanuar mengatakan orang menganggur bukan saja karena tidak tersedia lapangan kerja, tetapi juga kemampuan (skill) yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

"Apa yang dibutuhkan industri tidak ada pada tenaga kerja yang dihasilkan," katanya. Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintahan Jokowi-JK fokus pada pendidikan vokasi untuk menyiapkan angkatan kerja ke era baru. "Beliau mendorong perguruan tinggi dan kampus beradaptasi dan menghasilkan lulusan yang siap bekerja," kata Yanuar.

Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi dan juga Capres menjanjikan akan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan atau premium. Jokowi menyebut untuk mewujudkan hal itu pihaknya akan meningkat kualitas perguruan tinggi dengan meningkatkan dana abadi pendidikan dan penelitian. Menurut Jokowi, saat ini Indonesia memiliki dana abadi pendidikan dan penelitian sebesar Rp66 triliun.

"Dan akan terus kita tingkatkan hingga mencapai Rp100 triliun dana abadi ini dalam waktu lima tahun ke depan," kata Jokowi. Selain itu, Jokowi mengaku telah mulai menyiapkan dana abadi penelitian dan pengembangan sebesar Rp1 triliun. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan bakal meningkatkan dana abadi penelitian dan pengembangan di kemudian hari sebesar Rp50 triliun.

"Ke depan kita ingin tingkatkan hingga mencapai Rp50 triliun dana abadi penelitian dan pengembangan," ujarnya. Tak sampai di situ, Jokowi menyatakan juga akan membentuk dana abadi untuk mendukung perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia agar bisa masuk dalam peringkat terbaik dunia. Ia menyebut bakal mengalokasikan dana abadi itu pada 2020 sebesar Rp10 triliun. "Saya optimis maju, saya optimis setara. Dengan SDM premium, saya optimis generasi muda dan milenial akan mampu bersaing dan eksis di dalam kompetisi global," kata Jokowi.

CEO Bukalapak Achmad Zaky sempat menyinggung anggaran untuk penelitian dan pengembangan Indonesia yang masih kecil dibanding sejumlah negara lainnya. Zaky menilai niat pemerintah mengembangkan program industri 4.0 sulit terwujud bila alokasi anggaran riset terlalu rendah. Bahkan, menurut Zaky, alokasi anggaran riset Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk anggota…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LIPI : UU Sisnas Iptek Lompatan Besar Dunia Iptek

    NERACA   Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia optimistis keberadaan Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…

Dua Tantangan Perpajakan Di Era Ekonomi Digital

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengungkapkan terdapat dua tantangan utama yang harus dihadapi Direktorat…