BRI Syariah Siapkan Layanan Digital untuk IAIN Bukittinggi

NERACA

Bukittinggi - PT Bank BRI Syariah Tbk berinovasi untuk meningkatkan jasa dan layanan perbankan syariah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan memperluas jangkauan serta mengembangkan jaringan layanan perbankan syariah di Indonesia.

Dalam mengembangkan jaringannya, BRI Syariah juga terus meningkatkan kerja sama dengan institusi baik dari pemerintah maupun swasta. Pada Rabu, (13/3), BRI Syariah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi untuk memberikan kemudahan transaksi perbankan syariah bagi seluruh civitas akademika IAIN Bukittinggi.

Acara penandatangan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso dengan Wakil Rektor I IAIN Bukittinggi DR Asyari di IAIN Bukittinggi, Sumatera Barat. Setelah penandatanganan kerja sama, seluruh civitas akademika IAIN Bukittinggi akan mendapatkan fasilitas jasa dan layanan BRI Syariah.

Dosen, pegawai dan mahasiswa S2 IAIN Bukittinggi dapat menikmati keunggulan Tabungan Faedah BRI Syariah, di antaranya gratis biaya administrasi bulanan rekening payroll; gratis biaya bulanan Kartu ATM payroll; gratis biaya tarik tunai, cek saldo, dan transfer di ATM Bank anggota ATM Prima, Bersama dan ATM BRI; juga gratis biaya transaksi di EDC BCA dan Debit Prima.

Di tahun 2019 BRI Syariah terus memperluas jaringan untuk meningkatkan layanan pada nasabah. Saat ini terdapat 272 jaringan kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas. Pelayanan juga dilakukan di 1.103 kantor layanan syariah di kantor cabang maupun cabang pembantu Bank BRI di seluruh Indonesia. Artinya, masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan dari BRI Syariah bisa juga mendatangi Kantor Cabang BRI yang pada tanda tercantum logo BRI Syariah.

Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengungkapkan, salah satu keberhasilan bank dalam memberikan kepuasan kepada nasabahnya adalah kecanggihan teknologi yang dimiliki bank tersebut. BRI Syariah telah membangun platform sistem teknologi informasi yang handal, sesuai dengan kebutuhan pasar yang dilayani BRI Syariah.

BRI Syariah melakukan transformasi digital banking melalui pengembangan mobile banking dan menjalin kemitraan dengan startup di Indonesia. "Selain fitur layanan perbankan, BRIS Online juga terdapat konten nonfinancial seperti pencarian masjid terdekat, arah kiblat dan konten Islami lainnya,” katanya seperti dalam siaran pers.

Hingga tahun 2019 ini, BRI Syariah sudah bekerja sama dengan aplikasi-aplikasi online seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Bukalapak. Dengan menjalin kemitraan tersebut, top up saldo Gopay dan OVO dapat dilakukan melalui BRIS Online. Selain itu transaksi di Tokopedia dan Bukalapak bisa dibayar melalui BRIS Online. Tidak hanya itu di BRIS Online nasabah juga dapat membayar zakat. “Kami menyebutnya sebagai kemudahan dalam genggaman,” lanjut Hadi.

Pada acara yang sama, sebagai bentuk apresiasi BRI Syariah kepada para mahasiswa IAIN Bukittinggi yang berasal dari keluarga tidak mampu namun berprestasi, BRI Syariah memberikan kepada 10 mahasiswa. Beasiswa diberikan senilai total Rp 60 Juta selama setahun.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

HIMBARA UNTUK PAJAK

Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama (kiri ke kanan) Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo, Dirjen Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan,…

Pemakai Dompet Digital Dominan Transaksi Retail

NERACA Jakarta – Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, melakukan penelitian perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital menunjukan mayoritas…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…