Regulator Rumuskan Upaya Dongkrak Ekspor Jangka Pendek

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan merumuskan upaya mendongkrak ekspor dalam jangka pendek dan menengah yang menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) para mantan menteri perdagangan di Kantor Kemendag, Jakarta.

"Untuk jangka pendek, yang tidak terlalu banyak dibahas adalah bagaimana mengidentifikasi hambatan eksportir dalam mengekspor barang. Bagaimana ini bisa dipermudah dan difasilitasi," kata Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, disalin dari Antara.

Selain itu, lanjut Mari, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mendorong investasi masuk ke Indonesia. Sementara untuk jangka menengah, Mari menyampaikan yang terpenting adalah meningkatkan daya saing. "Kita tidak bisa mengandalkan komoditi dan produk tertentu, karena saat ini ada global value chain. Sehingga peningkatan daya saing perlu diperhatikan," ungkap Mari.

Sementara itu, Mendag Enggartiasto Lukita menyampaikan, sudah ada upaya untuk mengidentifikasi hambatan yang dilakukan oleh eksportir. "Jadi, berbagai hal kita lakukan, karena kita sudah masuk juga ke Kementerian/Lembaga, karena kita sampaian kita mau lakukan ini dan tentu lembaga terkait sudah melakukan hal itu," ungkap Enggar.

Dalam pertemuan para mantan menteri perdagangan tersebut, defisit anggaran yang saat ini terjadi menjadi salah satu pembahasan serius. Kendati demikian, hampir seluruh mantan menteri perdagangan yang hadir menyampaikan agar defisit anggaran tidak semata-mata dilihat dari angkanya saja, namun perlu dilihat lebih dalam terkait penyebab tingginya impor.

"Impor yang tinggi itu dari bahan baku dan barang modal, karena investasi dan pembangunan kita yang meningkat, yang baru bisa dinikmati beberapa tahun mendatang," ungkap Enggar.

Beberapa mantan menteri perdagangan RI berkumpul dalam rangkaian Forum Group Discussion (FGD) di kantor Kementerian Perdagangan Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, menjelang rapat kerja Kemendag yang akan digelar pada Selasa (12/3).

"Banyak masukan yang kami catat berdasarkan pengalaman masa lalu. Saya sangat mengapresiasi para senior saya, karena terus mengikuti perkembangan perdagangan di dalam neger maupun internasional," kata Enggartiasto Lukita.

Adapun Mantan Menteri Perdagangan yang hadir yakni Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, mantan wamendag Bayu Khrisnamurti, Rahadi Ramlan, Muhammad Lutfi Bob Hasan, hingga Arifin Siregar.

Menurut Enggar, terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan, di antaranya adalah defisit anggaran yang saat ini terjadi. Enggar memaparkan, hampir seluruh mantan menteri perdagangan yang hadir menyampaikan agar defisit anggaran tidak semata-mata dilihat dari angkanya saja, namun perlu dilihat lebih dalam terkait penyebab tingginya impor.

"Impor yang tinggi itu dari bahan baku dan barang modal, karena investasi dan pembangunan kita yang meningkat, yang baru bisa dinikmati beberapa tahun mendatang," ungkap Enggar.

BERITA TERKAIT

Mengatasi Kekeringan: - Dengan Upaya Terukur dan Terstruktur

Indonesia merupakan kawasan dengan anomali cuaca yang sangat unik karena pada saat yang bersamaan ada wilayah yang kekeringan, di tempat…

Industri Farmasi, dan Upaya Menggagas Kemandirian

Oleh: Pril Huseno Salah satu kendala besar bagi target pelayanan kesehatan yang murah, aman dan berkualitas kepada masyarakat adalah masih…

Volume Ekspor Komoditas Indonesia Dinilai Bervariasi

NERACA Jakarta – Bank Dunia mencatat volume ekspor komoditas Indonesia bervariasi, seperti volume ekspor minyak mentah, gas dan karet tercatat…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

Sumbang 74%, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

NERACA Jakarta – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Mei 2019, sektor manufaktur mampu…

Usaha Rintisan - Pemerintah Terus Pacu Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha rintisan (startup), termasuk untuk sektor kerajinan dan batik. Sebab, selama ini…