Pemerintah Targetkan Ekspor Jadi US$175 Miliar

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan telah menetapkan target ekspor non migas pada 2019 tumbuh sebesar 7,5 persen totalnya menjadi 175 miliar dolar AS. "Pertumbuhan ekspor ditetapkan hanya 7,5 persen. Apa yang ditetapkan lebih pada realita yang akan kita hadapi di tengah ketidakpastian ekonomi seperti yang disampaikan Presiden," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Penutupan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Jakarta, disalin dari Antara.

Enggar mengatakan penetapan target ekspor ini didasari dengan perkembangan yang terjadi pada perekonomian dunia yang sedang melambat serta berdasarkan proyeksi dari berbagai lembaga dunia, seperti proyeksi IMF dan World Bank.

Menurut data BPS, secara kumulatif, nilai ekspor (migas dan nonmigas) Indonesia Januari–Desember 2018 mencapai 180,06 miliar dolar AS atau meningkat 6,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2017.

Khusus untuk ekspor nonmigas tahun 2018, nilainya mencapai 162,65 miliar dolar AS atau meningkat 6,25 persen dari realisasi ekspor tahun sebelumnya sebesar 153 miliar dolar AS. "Kami tidak berani untuk menargetkan 'double digit' karena melihat perkembangan ekonomi dunia yang melambat ini," kata Enggar.

Ada pun lima sektor yang menjadi prioritas komoditas ekspor sesuai dengan Industri 4.0 adalah makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan kimia. Enggar menambahkan meski Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan 2018 sebesar 8,57 miliar dolar AS, nilai ekspor bisa tumbuh selama investasi terus dilakukan.

Kementerian Perdagangan menguatkan komitmen bersinergi antar-kementerian dan lembaga untuk menggenjot ekspor nonmigas sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi, yang merupakan salah satu hasil rapat kerja Kemendag.

"Peningkatan ekspor nonmigas adalah pekerjaan besar. Karena itu, sinergi semua kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi dan hubungan luar negeri mutlak diperlukan," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Misalnya, Mendag sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri yang banyak membantu membuka jalan diplomasi saat kita menyelesaikan perjanjian dagang, penyelesaian sengketa dagang, dan pembukaan pasar-pasar baru.

Sinergi itu diawali dengan hadirnya sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri dalam rapat kerja yang digelar dua hari di Jakarta. Rapat dibuka oleh Presiden dengan acara peresmian dan pemberian penghargaan pasar rakyat yang dihadiri sekitar 5.000 peserta, terdiri atas pimpinan pasar rakyat dan para bupati atau walikota dari seluruh Indonesia di Tangerang.

Para menteri dan pejabat yang hadir dan berdiskusi dalam rapat kerja itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani. Selain itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Thomas Lembong.

Menurut Enggar, sinergi meningkatkan ekspor direalisasikan melalui diplomasi ekonomi, penetrasi ekspor ke pasar-pasar nontradisional, perjanjian perdagangan internasional, dan promosi produk- produk strategis Indonesia ke mancanegara.

Mendag melanjutkan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga harmonisasi kerja sama negara-negara yang terlibat dalam aktivitas ekspor-impor Indonesia. "Kita juga harus melakukan pengkajian ulang regulasi ekspor dan impor secara reguler sehingga perdagangan luar negeri kita berjalan stabil," ujar Enggar.

Tak kalah penting, Enggar menggarisbawahi pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, upaya peningkatan ekspor juga harus memberikan efek positif pada perdagangan dalam negeri.Ketika terjadi peningkatan nilai tukar, agar dapat segera melakukan ekspor produk unggulan sehingga sektor industri nasional dapat terdorong.

Sementara itu Darmin Nasution memastikan adanya tiga kebijakan yang telah dirumuskan pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor yang mengalami kelesuan akibat berkurangnya permintaan.

BERITA TERKAIT

Mahasiswa Difabel Diberikan Beasiswa Rp1 juta/bulan oleh Pemerintah

Akses masyarakat memperoleh pendidikan tinggi terus ditingkatkan, terutama dalam pendanaan. Selain melalui beasiswa Bidikmisi, pemerintah juga akan mengalokasikan beasiswa bagi…

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Dorong Ekspor UKM, Kemenkop Perkuat Sinergitas

Dorong Ekspor UKM, Kemenkop Perkuat Sinergitas NERACA Yogyakarta - Kementerian Koperasi dan UKM komitmen untuk terus mendorong koperasi dan UKM…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Dongkrak Daya Saing Batik dengan Substitusi Impor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing industri batik dan tenun dalam negeri. Hal ini dilakukan guna menghasilkan…

Siap Jaga Stabilitas Harga Barang Pokok Menjelang Puasa

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan jajaran pemerintah terutama Kementerian Perdagangan siap menjaga harga dan ketersediaan barang kebutuhan…

IEU CEPA Diminta Dikaji Ulang, Tapi Bukan Karena Sawit

NERACA Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi menilai bahwa tidak seharusnya alasan sawit menjadi dasar kaji ulang rencana…